Berita Terbaru

Sunday, February 3, 2019

Manalip: Budaya Talaud Yang Terus Dilestarikan
by fadjrin - 0

foto: ist


MELONGUANE, SMCOM -Kabupaten Kepulauan Talaud kaya dengan adat istiadat sebagai bagian dari tradisi dan kearifan lokal yang terus terpelihara secara baik.  Salah satu di antaranya adalah ritual adat Manduru ' u Tonna yang rutin dilaksanakan setiap tahun baru, diakhir bulan Januari.

 Pada tahun ini Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud bersama masyarakatnya kembali menggelar ritual adat Manduru'u Tonna. Karena dipusatkan di Beo, acara tersebut disebut Rangkattu Tonna.

Ritual yang dihelat di objek wisata Beo Boulevard Center (BBC), Kamis (31/1/2019) tersebut merupakan permohonan doa syukur atas pemeliharaan Tuhan selama tahun yang telah dijalani dan permohonan akan pemeliharaan Tuhan sepanjang 2019, agar senantiasa pemerintah dan masyarakat Talaud selalu dilindungi dan diberkati oleh Yang Maha Kuasa (Tuhan).


Adapun susunan acara dan berbagai prosesi ritual Naik Tahun Baru 2019 atau dalam bahasa Talaud disebut Lunusudu Daroha Rangkattu Tonna 2019, diantaranya Mal,ambe Sinangian Ratu'n Taloda Sumutta supasalangannu Wanal Palaguannu Manara ( Putri Talaud memasuki lokasi acara  syukur ), Sarohoannu bara'a dan Sarohannu sallainga  ( dijemput dengan adat tari perang dan tari lenso, lumintu wusu wininta  ( turun dari perahu), manarimatta lai manaraka manara tanginu Malamber Sinangiang Ratun Taroda ( Penerimaan sekaligus pemberian sapaan dan gelar adat Talaud untuk Forkopimda), Marambe Sinangiang Ratun Taroda  manengkellana Nanaungan samui laa wawaro Wanua tatiala Andeang I tata i lagu Sanseongannu tatengkoren lai tambore ( pemukulan gong oleh Bupati Kepulauan Talaud sebagai tanda acara dimulai, diikuti tambor dan tatengkoren).

Dalam acara tersebut semua yang hadir menyanyikan lagu himne Talaud, Lembungu Rintullu ( Awodalla mangantari Lembungngu rintullu , dilanjutkan Tingittu sasambiolo bisara' n sasaloho kata - kata jemputan, Tahinananu Tuda taraan Pandu ( uraian maksud), Ariomannu Mamua manara ( doa persiapan dan pembuka), taingngu Durange wilattu medane lapidu, mamanta lurange ( doa pengakuan penyucian dan dasar ), Rangkettu Tonna sahari wuran Tonna 2018 binintau tonna 2019 ( pelepasan simbol bahtera kehidupan di tahun 2018 dan memasuki tahun baru 2019), lintukku halele manosokku wuallanna ( permohonan memulai semua mata pencaharian ), wisara papansunge ( doa permohonan berkat ) dan arimannu sariu ( doa umum  oleh Rohaniwan) ), yang terbagi atas  doa syukuran tahun baru, doa untuk pemerintah dan bangsa, doa untuk profesi anak negeri, doa kerukunan antar umat beragama ,dan doa persatuan  dan kesatuan anak negeri yang diteruskan dengan menyanyikan Sansiotte Sampate - Pate ( lagu semboyan Talaud ).


Semua yang hadir mulai dari Malambe Sinangian Ratun Taloda  (Ratu Talaud), yang tak lain adalah Bupati Sri Wahyumi Maria Manalip, Beberapa Dirjen di Kemendagri dan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gubernur Sulut yang diwakili Kadis Perikana , Dandim 1312/ Talaud Letkol ( Arm ) Gregorius Eka Setiawan, Danlanal Melonguane Letkol ( Mar ) Augustinus Purba, Kajari Kepulauan Talaud Sutikno, Ketua Pengadilan Negeri Kepulauan Talaud Julius Christian Handratmo, Wakapolres Kompol Maria Boki Buida,  DPRD, Pejabat Tinggi Pratama, Eselon III dan IV, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, tamu undangan lainnya dan ribuan masyakat dari berbagai wilayah di Tanah Porodisa nampak khusuk mengikuti acara dan laru tenggelam dalam lantunan kata-kata adat  bak nyanyian yang dihaturkan para Pentua Adat.


Ratu Talaud, dalam  tingittu paduri atau sambutannya mengatakan, sejalan dengan tema "Pairrala Apendammu Latio Maolaa Ararransangu  Taroda Su Rimbuattu Sanggaroma Porodisa " ( Dengan Semangat  Persatuan, Perbedaan hati masyarakat Talaud menjadi satu keindahan ) dan Sub Tema " Namanua Su Paarialla Latio Ua Sanggaroma Mawu Maniuddu Aramatta ( Hidup rukun dan damai dalam perbedaan Tuhan mencurahkan berkat ) masyarakat Talaud kiranya meresapi nilai - nilai adat istiadat dan terus melestarikannya sepanjang masa.


" Ritual adat ini merupakan warisan leluhur yang harus tetapi dijaga dan dilestarikan. Bukan hanya seremonial belaka lewat  pesta, tetapi bagaimana kita memaknainya. Ritual juga dilakukan untuk menolak bala atau malapetaka yang akan melanda Talaud," ujar Malambe Sinangian Ratun Taroda


Dia mengajak, seluruh elemen masyarakat Talaud, mulai dari aparat pemerintahan, tokoh agama, tokoh adat serta seluruh masyarakat untuk tetap bersinergi dalam membangun daerah.


" Semoga Kabupaten Kepulauan Talaud semakin diberkati, maju dan berkembang, serta lebih dikenal, begitupun untuk kesejahteraan masyarakat.Mari kita saling mengasihi, menjaga kehidupan yang rukun dan damai dalam berbagai perbedaan," ajak Manalip

Usai sambutan Malambe Sinangian Ratun Taroda, para pentua adat yang ditugaskan kemudian membawa masuk  simbol adat Pua Mangoronganna ( Kepala Babi ) dan Baa'a ( Ketupat raksasa ) ke dalam tempat ritual yang nantinya akan dipotong Bupati.


Selaku Ratun Taroda, Bupati kemudian membagikannya kepada orang yang telah ditentukan. Pada kesempatan tersebut juga Ia melaksanakan Matahia Su ana'a asisi, wawine, wailu atau  pemberian bantuan kepada anak yatim/ piatu dan janda.


Ritual adat ditutup dengan Pengakuan dosa yang terdi dalam kegiatan dan menerima berkat ( Malappu Manahupunna ), dan makan bersama di sejumlah tenda yang disiapkan panitia dan delegasi 19 kecamatan.


Diketahui, acara yang hampir sama dengan Tulude di Kabupaten tetangga Kepulauan Sangihe ini memiliki beberapa sebutan berbeda tergantung wilayahnya, di Miangas disebut Manuru' u Tonna, sementara di beberapa wilayah lain bernama Mandurugu Tonna atau Mandulugu Tonna. Sebelum dilaksanakan, pada dini hari tadi  ritual ini diawali dengan cara Mandapiga atau ritual permohonan secara adat kepada Sang Pencipta agar acara puncak dapat berlansung lancar dan diberkati.


Hal menarik dan mengundang perhatian adalah tampilnya Komika jebolan Stand Up Comedy Roni Imanuel alias Mongol. Mongol ber stand up membuat semua yang hadir tertawa dengan materi lawakan dan tingkahnya. Ia juga pada kesempatan itu mengambil bagian menjadi presenter.

Berbagai sajian mengisi acara pada Rangkattu Tonna juga ditampilkan, seperti tarian dan perlombaan.(efh)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment