Berita Terbaru

Thursday, January 31, 2019

Rangkattu Tonna 2019, Forkopimda Terima Gelar Adat Talaud
by fadjrin - 0

foto: ist

MELONGUANE, SMCOM-Pada tahun ini Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud bersama masyarakatnya kembali menggelar ritual adat   Rangkattu Tonna 2019.
Ritual yang dihelat di objek wisata Beo Boulevard Center (BBC), Kamis (31/1/2019) tersebut merupakan permohonan doa syukur atas pemeliharaan Tuhan selama tahun yang telah dijalani dan permohonan akan pemeliharaan Tuhan sepanjang 2019, agar senantiasa pemerintah dan masyarakat Talaud selalu dilindungi dan diberkati oleh Yang Maha Kuasa (Tuhan).

Salah satu hal menarik dala rangkaian  susunan acara dan berbagai prosesi ritual Naik Tahun Baru 2019 atau dalam bahasa Talaud disebut Lunusudu Daroha Rangkattu Tonna 2019, diantaranya Mal,ambe Sinangian Ratu'n Taloda dalam hal ini Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip mewakili unsur adat memberikan sapaan dan gelar adat kepada unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah ( Forkopimda ).

 Dalam prosesi  manarimatta lai manaraka manara tanginu Malambe Sinangiang Ratun Taroda . Ratun Taroda memasangkan paporong ( topi adat ) ke kepala unsur forkopimda, sebagai tanda  penerimaan sekaligus pemberiaan sapaan dan gelar adat

Adapun Forkopimda yang hadir diantaranya, Kajari Kepulauan Talaud Sutikno, Danlanal Melonguane Letkol ( Mar ) Augustinus Purba, Dandim 1312/ Talaud Letkol ( Arm ) Gregorius Eka Setiawan, Ketua Pengadilan Negeri Talaud Julius Christian Handratmo dan Kapolres AKBP Prasetya Sejati yang diwakili Wakapolres Kompol Maria B. Buida.



foto: ist


Saat diberikan kesempatan, unsur Forkopimda memperkenalkan diri. Diawali Kajari, Ketua PN, Danlanal, Kapolres yang diwakili Wakapolres, Ketua DPRD dan Dandim 1312/ Talaud.
Diketahui, dari unsur Forkopimda yang ada, lima orang berasal dari luar Talaud. Kajari berasal dari Jawa ( Tuban), Danlanal dari Sumatera Utara ( Batak),   Ketua PN Talaud dari Jawa ( Solo) , Dandim dari Kalimantan dan Kapolres dari Jawa.

Pada intinya dalam pluralisme yang ada, mereka bersepakat dan optimis bahwa kebhinekaan merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus terus dijaga persatuan dan kesatuannya. Diterima secara adat menjadi bagian dari masyarakat Talaud lewat gelar yang diberikan merupakan suatu  kebanggaan bagi mereka.

Kepada masyarakat juga diharapkan untuk dapat bekerjasama dan tak perlu sungkan jika memerlukan bantuan kepada mereka sesuai dengan tupoksi masing - masing instansi, sembari mengajak untuk bersama - sama membangun Kabupaten Kepulauan Talaud dari berbagai bidang.
Penganugerahan gelar dan sapaan adat ini disaksikan ribuan mata tamu dan  undangan yang hadir, baik dari dalam maupun luar daerah yang berkesempatan hadir pada ritual adat tahunan di wilayah perbatasan antara NKRI - Filipina ini.
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment