Berita Terbaru

Thursday, November 29, 2018

Jadikan Doa Sebagai Gaya Hidup Warga Manado
by fadjrin haryanto - 0

Doa bersama. (Sumber: Humas Pemkot Manado)

MANADO, SMCOM – Perjalanan ziarah spiritual Wali Kota Manado bersama para tokoh agama di Turki, Palestina dan Israel, menjadi dasar inspirasi untuk menjadikan Manado sebagai Kota Doa.
Hal itu dikatakan Wali Kota Manado Vicky Lumentut dalam acara pencanangan Manado Kota Doa di Kawasan Godbless Park atau Taman Berkat, Jalan Piere Tendean Boulevard Manado, Rabu (28/11) pagi.

Pembacaan ikrar Manado Kota Doa. (Sumber: Humas Pemkot Manado)

“Saya menyaksikan langsung bagaimana kehidupan beragama mereka di sana. Dimana, kehidupan toleransi terjalin erat walaupun terdapat 95 persen penduduk Turki beragama Islam, dan sisanya 5 persen adalah pemeluk agama lain, namun tidak ada pertentangan satu dengan yang lain, tidak ada sekat antar rumah ibadah. Termasuk di Palestina dan Israel. Dari situ kami melihat, yang menjadi permasalahan di sana bukanlah agama tetapi sengketa tanah leluhur,” jelasnya.

Lanjut dikatakan Wali Kota Manado dua periode tersebut, masyarakat di Turki, Palestina dan Israel, sebenarnya mirip dengan masyarakat Manado yang majemuk dengan berbagai pemeluk agama dan keyakinan, di tengah perbedaan suku dan etnis.


Foto bersama. (Sumber: Humas Pemkot Manado)


“Namun bisa menyatu dalam doa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ini dimaksudkan agar Kota Manado selalu dijaga oleh Tuhan dan dijauhkan dari berbagai musibah, ancaman serta gangguan,” ungkapnya.

 “Kegiatan pencanangan Manado Kota Doa ini merupakan kesepakatan para tokoh agama di Kota Manado. Karena, kehidupan masyarakat yang religius yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa, saya yakin kota ini akan selalu dijaga dan diberkati oleh Tuhan,” terangnya.


Wali Kota Manado. (Sumber: Humas Pemkot Manado)


“Sehingga, kita bisa terhindar dari bencana atau musibah juga ancaman-ancaman disintegrasi yang dapat memecah belah kebersamaan kita di Manado,” sambung orang nomor satu di Manado itu.
Dia juga mengajak warga Kota Manado agar menjadikan doa sebagai Gaya Hidup. “Saya harapkan komitmen ini tidak hanya ditekadkan dalam pencanangan pada hari ini, tetapi mari kita jadikan doa sebagai lifestyle atau gaya hidup kita warga Kota Manado. Kita jaga toleransi dan kedamaian di kota yang kita cintai ini,” katanya.

Olehnya, kata Wali Kota Vicky Lumentut, setiap awal bulan berjalan, seluruh tempat ibadah dimintanya untuk dibuka dalam rangka Doa Bersama. “Kita berdoa agar Tuhan selalu menjaga kita semua,” pungkasnya.


Para tokoh agama bersama unsur Muspida. (Sumber: Humas Pemkot Manado

Acara ditutup dengan doa bersama enam agama yang ada di Kota Manado, yakni Kristen, Katolik, Islam, Buddha, Hindu dan Kong Hu Chu. Pencanangan dilakukan dengan menekan tombol dan pembukaan selubung papan nama Manado Kota Doa.
Tampak hadir, Wakil Wali Kota Mor Bastiaan, Ketua dan Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Manado Julyeta PA Lumentut Runtuwene dan Imelda Bastiaan Markus, Sekretaris Daerah Kota Manado Micler Lakat, Ketua Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSAUA) Pdt Roy Lengkong, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Pdt Renata Ticonuwu, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Albert Wuysang, Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) James Karinda, mewakili Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Manado serta para tokoh agama se-Kota Manado serta ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN), Tenaga Harian Lepas (THL) dan Kepala Lingkungan se Kota Manado.(efh/lipsus)

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment