Berita Terbaru

Wednesday, October 17, 2018

Wali Kota Manado Buka Rapat EPRA Triwulan III
by fadjrin haryanto - 0

(Sumber: Humas Pemkot Manado)

MANADO, SMCOM - Wali Kota Manado Vicky Lumentut membuka Rapat Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (EPRA) Triwulan III Tahun Anggaran 2018, di Ruang Serba Guna Kantor Wali Kota Manado, Rabu (17/10). Dalam Rapat EPRA tersebut, Lumentut didampingi Wakil Wali Kota Mor Dominus Bastiaan dan Penjabat Sekretaris Daerah Kota (Sekkot) Manado Peter Assa.
Wali Kota Vicky Lumentut mendengarkan satu persatu penjelasan kepala Perangkat Daerah terkait realisasi anggaran dan realisasi fisik kegiatan masing-masing instansi. 

Dalam laporannya, Kepala BPKAD Kota Manado Johnli Tamaka mengatakan bahwa hanya delapan Perangkat Daerah yang masuk zona biru atau zona aman. Ada empat Perangkat Daerah berada pada zona hijau, dan sembilan Perangkat Daerah pada zona orange. Sedangkan, yang lain masuk zona merah meskipun persentase realisasi keuangan di atas 60 persen.


(Sumber: Humas Pemkot Manado)

“Sesuai kalkulasi laporan EPRA Triwulan III, disimpulkan bahwa realisasi fisik dan target tidak terlalu jauh capaiannya untuk Pemerintah Kota Manado, walaupun bisa dilihat deviasi keuangan yang masuk pada zona biru sangat sedikit, hanya delapan Perangkat Daerah, dan dominan berada di zona merah, namun persentasinya cukup baik yaitu di atas 60 persen,” beber Tamaka. 

Delapan Perangkat Daerah yang masuk zona biru yakni Inspektorat, Sekretariat DPRD Manado, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Kebakaran, Bagian Umum, Bagian Pemerintahan dan Humas, Kecamatan Mapanget dan Kecamatan Wenang.
Sementara itu, Wali Kota Vicky Lumentut mengingatkan agar Perangkat Daerah yang capaian realisasi keuangan dan fisik terendah atau berada pada zona merah tidak terburu-buru mengejar ketertinggalan, sehingga tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.


Penandatanganan Pakta Integritas. (Sumber: Humas Pemkot Manado)

Apalagi, tenggang waktu tahun anggaran 2018 ini tinggal dua bulan lagi. “Perangkat Daerah yang berada pada zona merah harus ada perhatian khusus, dan yang berada di zona biru bertugas membimbing Perangkat Daerah yang masuk pada zona merah agar menuju zona hijau, karena tenggang waktu tinggal dua bulan lagi,” ujarnya. 

“Buat tim percepatan agar tidak terlalu jauh ketinggalan bagi yang lain, walaupun yang zona merah berpacu, namun jangan mengabaikan dan meninggalkan aturan yang ada, sehingga menimbulkan masalah hukum ke depannya,” kata Lumentut.
Dia mengatakan, Perangkat Daerah harus tertib administrasi terutama berkaitan dengan pengelolaan keuangan. “Hati-hati dalam pengelolaan sistem administrasi dan keuangan kita. Harus dilakukan lebih tepat pada penggunaannya,” tegasnya.



Peserta rapat mendengarkan arahan Wali Kota Manado. (Sumber: Humas Pemkot Manado)


Adapun Wakil Wali Kota Mor Bastiaan juga meminta Perangkat Daerah yang persentasenya tertinggi agar membagikan kiat-kiat atau upaya yang dilakukan sehingga instansinya bisa mencapai realisasi dengan prosentase tertinggi.
“Silahkan Perangkat Daerah dengan peringkat paling tinggi, agar dapat membagikan kiat-kiat dan kunci kesuksesan menjadi paling tinggi. Ini menjadi pelajaran dan semangat bagi Perangkat Daerah pada peringkat terendah untuk meningkatkan prosentasenya hingga akhir tahun anggaran 2018 ini,” pungkas Mor. 

Rapat tersebut diikuti Asisten III Bidang Administrasi Umum Frans Mawitjere, para Staf Ahli, para kepala Perangkat Daerah serta Camat se-Kota Manado.


(Sumber: Humas Pemkot Manado)

Dalam kesempatan itu pula, dilakukan penandatanganan Pakta Integritas seluruh kepala Perangkat Daerah di jajaran Pemkot Manado, disaksikan Wali Kota Vicky Lumentut, Wakil Wali Kota Mor Bastiaan dan Penjabat Sekkot Manado Peter Assa.(efh/lipsus)

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment