Berita Terbaru

Wednesday, October 24, 2018

Tak Mampu, Program BSPS Beberapa Desa Dialihkan ke Desa Lain
by Frani Bagawie - 0

PROGRAM bedah rumah dalam bentuk BSPS harus diawasi.(foto:ist)
AIRMADIDI,SMCOM--Pada tahun ini, masyarakat kurang mampu di 7 Desa di Kabupaten Minut menerima Bantuan Stimulan Swadaya Masyarakat (BSPS) dari Kementerian PUPR sebanyak 225 bantuan. Namun sayangnya, dari jumlah tersebut, banyak desa yang tidak sanggup melaksanakan program BSPS ini sehingga bantuan itu dialihkan ke desa lain yang masih masuk dalam SK Dirjen dari Kementerian PUPR. "Jadi bantuan ini tidak akan dialihkan ke desa lain, apalagi sampai di desa luar Kabupaten Minut. Sebab hanya dialihkan ke 7 desa yang sudah ditetapkan dalam SK Dirjen," ujar Sekretaris Dinas Pemukiman dan Perumahan Rakyat (DPPR) Minut, Maertje Panambunan kepada wartawan, Rabu (24/10) kemarin.
Dirinya merincikan, adapaun ke 7 desa tersebut yakni Desa Sampiri, Kolongan, Pinili, Matungkas, Laikit, Kokoleh dan Paslaten. Tahun depan, bantuan serupa akan kembali disalurkan namun tidak lagi pada 7 desa yang sudah menerima pada tahun ini. "Contoh di Desa Sampiri itu mendapatkan kuota 35, namun hanya 31 rumah yang dikerjakan. Sebab yang 4 rumah tidak mampu mengerjakan dan tidak memenuhi syarat berupa tak ada kelompok swadaya untuk mengerjakan rumah tersebut," kata Panambunan.
Adanya pengalihan bantuan ke desa lain, turut dibenarkan oleh Hukum Tua Desa Kolongan Kecamatan Kalawat, Eske Dendeng. Sebab di desa itu memiliki kuota 40, namun hanya dikerjakan 26 rumah. "Sisanya 14 rumah yang seharusnya dikerjakan di desa ini, terpaksa dialihkan ke desa lain. Ini karena 14 rumah tersebut tidak sesuai dengan persyaratan berupa tanah sengketa, tidak ada kelompok swadaya dan sebagainya," ungkapnya.
Sementara itu, Kabid Perumahan DPPR Minut, Feki Mingkid menjelaskan, kriteria penerima BSPS berdasarkan Peraturan Menteri PUPR Nomor 13/PRT/M/2016 yakni WNI yang sudah berkeluarga, memiliki atau menguasai tanah serta ada legalitas berupa surat keterangan, tanah tidak dalam sengketa, lokasi tanah sesuai tata ruang wilayah, belum memiliki rumah, atau memiliki dan menempati rumah satu-satunya dengan kondisi tidak layak huni, belum pernah memperoleh BSPS, berpenghasilan paling banyak senilai UMP setempat dan diutamakan yang telah memiliki keswadayaan dan berencana membangun atau meningkatkan kualitas rumahnya serta bersedia membentuk kelompok maksimal 20 orang.(lee)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment