Berita Terbaru

Thursday, October 11, 2018

Lagi, Kejari Minut Selamatkan Uang Negara Rp1,1 Miliar
by Frani Bagawie - 0

UANG negara sebesar Rp1.119.154.095 dari pembangunan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maria Walanda Maramis akan dikembalikan ke kas negara.(foto:glen/smcom)
AIRMADIDI,SMCOM--Kembali Kejaksaan Negeri (Kejari) Minut, Kamis (11/10), menyelamatkan uang negara sebesar Rp1.119.154.095 dari pembangunan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maria Walanda Maramis (MWM) Minut yang berasal dari  Dana Alokasi Khusus (DAK). Uang ini berasal atau dikembalikan dari 2 kontraktor yakni PT Karta Tri Putra dan CV Cahaya Sinar Miracle yang menangani pembangunan RSUD MWM.
Dengan adanya penyelamatan uang negara tersebut, jadi total kerugian negara yang berhasil diselamatkan Kejari Minut berjumlah Rp1.309.122.058. Sebab sebelumnya, 2 kontraktor yakni CV BPO'S dan CV Amin Anugerah sudah mengembalikan uang negara sebesar Rp187.967.870.
Kajari Minut, Rusdiningsih SH MH dalam konfrensi pers mengatakan, jika dalam pembangunan RSUD MWM ini menelan anggaran sebesar Rp19.895.388.000 dari DAK. Namun karena adanya pemeriksaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan indikasi kerugian negara sebanyak Rp1.309.122.058 sehingga langsung ditindaklanjuti oleh Inspektorat dan Kejari Minut. "Pengembalian uang negara ini berkat kerjasama Kejari dan Inspektorat Minut yang melihat hasil pemeriksaan dan temuan BPK dimana ada denda pembayaran dan sebagainya. Uang ini akan dikembalikan ke kas negara. Semoga itikad baik ini akan menjadi contoh bagi pihak kontraktor lainnya," ujar Rusdiningsih.
Ditambahkan Rusdiningsih, pengembalian uang negara ini tidak akan berlanjut ke pengadilan mengingat 4 pihak kontraktor memiliki etikad yang baik. "Disini tidak ada unsur kesengajaan dan tak akan bermuara ke pengadilan. Sebab, kalau masuk ke pengadilan, itu akan membutuhkan biaya besar dan waktu lama," tambahnya.
Kepala Inspektorat Minut Umbase Mayuntu ikut mengakui jika pengembalian ini atas hasil temuam BPK. Untuk itu, Umbase memberikan aspirasi yang tinggi kepada 4 kontraktor tersebut. "Pengembalian ini sangat baik bagi perusahaan karena kontraktor tidak akan cacat dan bisa terjalin baik dengan pemerintah dalam proyek lainnya. Istilahnya kontraktor tidak akan di black list dan bisa bersaing kembali untuk proses tender proyek kedepan. Bahkan pemilik perusahaan bisa tidur nyenyak dengan telah pengembalian uang negara ini," tandas Umbase.
Diketahui sebelumnya, Kejari Minut telah mengeluarkan surat perintah penyelidikan bernomor 04/R1.16/Fd.1/09/2018 Kejari Minut dengan memanggil pihak perusahaan pelaksana proyek pembangunan 4 jenis pekerjaan RSUD MWM yang masing-masing dikerjakan oleh empat perusahan dengan nilai kontrak berbeda.
Adapun pembangunan gedung rawat inap dengan anggaran sebesar Rp7.570.000.000 yang dikerjakan oleh PT Cahaya Sinar Miracle diduga terdapat temuan kerugian negara sebesar Rp486.618.179.
Kemudian pembangunan gedung poli klinik dengan anggaran sebesar Rp9.442.000.000 yang dikerjakan oleh PT Karya Tri Putra diduga terdapat temuan kerugian negara sebesar Rp634.535.916.
Lalu pembangunan gedung laundry anggaran sebesar Rp1.007.268.000 yang dikerjakan oleh CV Amin Anugrah diduga terdapat kerugian negara sebesar Rp58.738 972.
Dan terakhir pembangunan lanjutan rawat inap dengan anggaran sebesar Rp1.876.120.000 yang dikerjakan CV BOP’S diduga terdapat kerugian negara sebesar Rp129.228.989.(lee)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment