Berita Terbaru

Wednesday, September 12, 2018

Max Ditetapkan Tersangka Kasus Sekdes Siluman di Minut
by Frani Bagawie - 0

Kajari Minut Rustiningsih SH MSi
AIRMADIDI, SMCOM-Kejaksaan Negeri Minahasa Utara (Minut) membuktikan janji mereka untuk terus mengembangkan kasus Sekdes Desa Siluman. Setelah diadakan ekspos dan gelar perkara, maka Kajari Minut langsung menetapkan MP alias Max sebagai tersangka. Saat kasus ini terjadi Max menjabat sebagai Asisten 3 Pemkab Minut. Tersangka terakhir diperiksa oleh Tim Penjidik Kejaksaan Negeri Minut pada Selasa (4/9) lalu. Hal tersebut diungkapkan Kajari Minut Rustiningsih SH MSi belum lama ini. “Benar, telah ditetapkan tersangka dalam kasus Sekdes Desa Siluman atas nama MP. Penetapan tersangka ini setelah diadakannya ekspos dan gelar perkara pada pekan lalu,” ujar Rustiningsih.
Kasi Pidsus Antonius Silitonga SH menambahkan, dalam kasus ini telah terjadi manipulasi data dan dugaan aliran dana hingga miliaran rupiah. Pengangkatan lewat jalur sekdes ini datanya dimanipulasi sedemikian karena desa tempat sekdes bertugas sebenarnya tidak ada. Demikian pula diduga terdapat aliran dana yang dimintakan kepada 25 orang Sekdes yang tidak diakomodir sebagai ASN karena saat itu mereka tidak sanggup memberikan uang kepada panitia  sebesar Rp40 juta sampai Rp60 juta.
Dalam perkara ini, imbuh Silitonga, yang terjadi adalah pengangkatan yang mendahului pengusulan. Seharusnya pengusulan dulu baru ada pengangkatan. Dan yang kedua desa yang ditetapkan Sekdesnya dalam pengangkatan ternyata desa-desanya fiktif.
Terutama dua hal ini, yaitu desa fiktif dan prosedurnya serta aliran dana yang diminta oleh oknum panitia. Aliran dana yang mengalir ini berasal dari mereka yang diangkat lewat jalur Sekdes  sebagai ASN dan 25 orang sekdes yang tidak diangkat. “Untuk kasus Sekdes ini Kejari Minut telah meminta lembaga resmi BPKP untuk melakukan audit,” terang Silitonga.
Ditegaskan, Kasi Pidsus Antonius Silitonga, dalam waktu dekat akan ada penambahan tersangka. “Tersangkanya pasti bertambah, bisa saja dari ASN aktif, bisa juga yang sudah pensiun,” tandas Silitonga.
Sementara itu, untuk nomor surat penetapan terhadap tersangka serta jumlah kerugian belum dibeberkan Kejari. “Nomornya saya lupa, yang pasti suratnya sudah ada. Sedangkan jumlah kerugian nanti dibeberkan kemudian,” pungkas Silitonga. Diketahui kasus ini bergulir sejak tahun 2009, dimana Pemkab Minut yang saat itu dipimpin oleh Bupati Sompie Singal MBA dan Wakil Bupati Yulisa Baramuli mengangkat Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak 96 orang lewat jalur Sekdes. Namun Sekdes yang diangkat tersebut berasal dari desa yang sebenarnya tidak ada di Minut. Dalam pengangkatan Sekdes menjadi ASN ini terindikasi telah terjadi konspirasi besar karena mereka yang diangkat merupakan kenalan dan kerabat dekat eksekutif maupun legislatif. Lagipula sebagian besar yang diangkat tidak pernah bertugas sebagai Sekdes. Parahnya untuk pengangkatan tersebut, diduga mereka dimintai uang sebesar Rp40 juta hingga Rp60 juta per orang oleh oknum panitia. Hingga aliran dana yang mengalir saat itu mencapai miliaran rupiah.
Kasus ini bergulir dalam rentang waktu 3 kepemimpinan Kejari Minut yang berturut-turut dipimpin oleh Kajari Irvan Samosir SH MH, kemudian beralih kepada Agus Sirait SH MH dan yang terakhir Rustinigsih SH MSi.(lee)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment