Berita Terbaru

Thursday, July 5, 2018

Pil Setan PCC masuk Sulut, ditemukan Polres Bitung
by wepe - 0



Oma Ati yang masih dalam pengejaran pihak petugas
Ditemukan 100 Pil di “kampung Ambon” Manado
Bitung—Seperti biasa, malam itu (26/6) tim Jalak Sabhara dan Tim Opsnal Narkoba Polres Bitung melakukan patroli gabungan mengontrol keamanan kota.



Sekitar 23.30 Wita, tim melihat sekumpulan pemuda yang sudah mabuk dalam jumlah yang cukup besar 15 orang di kompleks perumahan Risky Belakang Rumah makan siap saja KFC Girian Weru.

Anehnya, sebagian pemuda tanggung yang mabuk saat diteliti tidak ada bau minuman keras. Buktinya, saat tim mengeledah lelaki Ayaks alias AK (19) warga kelurahan Girian Permai Blok no 3 kecamatan Girian kota Bitung didapati obat Trhyhexipidil alias trihex sebanyak 10 Butir. Obat ini sendiri, menurut Kapolres Bitung AKBP Philemon Ginting pembeliannya harus disertai dengan resep dokter yang oleh kementerian kesehatan dicap sebagai obat keras dengan pengawasan.

Pengembanganpun dilakukan oleh pihak polres Bitung sesuai pengakuan Ayaks jika obat-obat ini diperoleh dari lelaki Dewa alias Pdt (16) siswa salah satu sekolah di Manado yang tinggal di
kel Wawonasa, Kec Singkil kota Manado. “Pengakuan Ayaks jika pil ini dibeli dengan harga Rp 100.000, kepada Dewa,” ungkap Kapolres Bitung Philemon Ginting.

Pil PCC yang merupakan jenis Narkoba kategori paling keras.

Penelusuran berdasarkan “nyanyian” Ayaks, mendapatkan hasil setelah Tim Opsnal Narkoba keesokan harinya menuju kelurahan Wawonasa yang oleh sebagian petugas menjuluki sebagai “kampung ambon”nya Manado akibat dugaan maraknya peredaran narkotika ditempat tersebut.

Gayung bersambut, Dewa pun diciduk petugas bersama dengan Ir alias Ci Ina (54) warga kelurahan Singkil lingkungan 2. “Dari tangan tersangka disita 50 butir trihex,” kata Ginting seraya menyebutkan jika pengembangan langsung dilanjutkan dengan menginterogasi Dewa dan Ci Ina.
Kembali pihak kepolisian mendapatkan “nyanyian medu” dari kedua tersangka dengan menyebut nama Ar alias Dandung (19) Mahasiswa semester awal yang tinggal di Keluarahan Singkil Lingkungan II Kecamatan Singkil kota Manado.

“ Dari pengakuan semua tersangka mengakui jika obat-obatan tersebut dibeli dari pasangan suami istri FA alias Ferry dan Oma Ati alias Lahia alias Oma Thihex, yang setelah diselidiki Oma Ati sendiri baru sebulan bebas dari LP Tuminting dengan kasus yang sama menjual obat-obatan tanpa ijin,” ungkapnya.
Tepat pukul 17.30 wita, Tim dengan komando KBO Sat Narkoba Polres Bitung yang bekerja sama dengan Poltresta Manado melakukan penggrebekan kerumah perempuan Oma Ati. 

“Sayang sekali yang bersangkutan dapat melarikan diri. Namun demikian, setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan seorang perempuan RS alias Ramla (40) warga kelurahan Wawonasa Lingk V Kecamatan Singkil kota Manado. “Dari tangan tersangka ini tim menemukan barang bukti pil PCC (Paracetamol Cafein Carisoprodol) sebanyak 100 butir,”ungkap Ginting sembari menyebutkan jika pil-pil tersebut dibeli tersangka Ramla dari Oma Ati. 

Kasat Narkoba Polres Bitung AKP Frely Sumampouw sendiri saat dijumpai wartawan menjelaskan jika para tersangka yang ditangkap di Manado sudah dilimpahkan ke Polres Manado. “Kami dan Polres Manado sementara memburu Oma Ati,” jelasnya.
Diapun meminta kepada para orang tua agar waspada dan lebih mengontorol anak-anaknya. “Ada Kecendrungan pemakai obat-obatan ini adalah siswa kelas akhir SMP dan siswa SMA,” ungkap Pengagas Grup Facebook Manguni 123/Tetengkoren Berguna dengan anggota sudah sebanyak 483.283.(wepe)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment