Berita Terbaru

Thursday, June 7, 2018

Tiang Pancang Jembatan Kuwil Buatan WIKA Diduga Tak Berkualitas
by Frani Bagawie - 0

Tiang pancang jembatan Kuwil yang diduga tidak berkualitas.(foto:ist)
AIRMADIDI SMCOM--Proyek pembangunan jembatan Kuwil di Kecamatan Kalawat dengan pagu anggaran Rp19.067.131.000, diduga menyalahi aturan. Bahkan diduga jika tiang pancang yang merupakan buatan PT WIKA Beton yakni anak perusahaan dari PT WIKA tidak berkualitas sehingga mendapat sorotan dari masyarakat sekitar. Menurut warga, tiang pancang yang digunakan memang ratusan besi, tapi sayang hanya berukuran 8 milimeter atau biasa disebut besi 8.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minut Forsman Dandel SSos saat dikonfirmasikan wartawan mengatakan jika berdasarkan dokumen dari kontraktor pelaksana PT Sumber Alam Sejahtera, tiang pancang jembatan merupakan buatan PT Wika Beton yakni anak perusahaan dari PT Wika. "Tiang pancang yang dipakai kontraktor adalah tiang pancang sudah jadi buatan PT Wika. Jadi sudah ada sertifikat kelayakannya," beber Dandel.

Dandel juga mengakui kalau tiang pancang jembatan tak tertanam semuanya hingga sampai kedalaman 9 meter seperti yang direncanakan, tapi bervariasi. Bahkan ada beberapa tiang yang hanya tertanam hingga 3 meter.  "Ada yang hanya 3, 4, 5,6 7, 8 meter walau sudah dipaksakan agar sampai 9 meter. Namun menurut kontraktor, kalau dipaksakan maka tiang pancang bisa pecah. Karena itu proyek pembangunan jembatan dihentikan pada 4 April," katanya.

Lanjut Dandel, konsultan perencana yakni CV Eljireh Abadi Konsultan dan kontraktor pelaksana PT Sumber Alam Semesta, sudah diperintahkan untuk membuat kajian teknis baru dan mereka berjanji akan menyerahkannya dalam waktu satu minggu. Termasuk kajian tentang kekuatan tiang pancang menopang beban jembatan dan kendaraan yang akan lewat serta kekuatan menahan arus sungai. "Tapi mereka masukkan kajian teknis yang baru pada 31 Mei sementara proyek (pemasangan tiang,red) berakhir 8 Juni," bebernya.

Ditanya seandainya sampai 8 Juni pemasangan tiang pancang tak selesai, Dandel mengatakan bakal dilakukan adendum atau perpanjangan kontrak. Kontraktor juga sudah diberikan pembayaran sebesar 20 persen. "Apa yang dilakukan PPK sudah lebih dulu dikonsultasikan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)," kata Dandel.

Ia juga menyesalkan akibat masalah ini, yang paling dirugikan adalah masyarakat Desa Kuwil dan Kaleosan yang sangat berharap jembatan cepat selesai, namun punya kualitas prima.

Terpisah, Ketua DPRD Minut Berty Kapojos meminta kontraktor pelaksana agar di-blacklist dalam menangani proyek-proyek Pemkab Minut. "Bukan hanya di-blacklist dari proyek-proyek BPBD tapi juga proyek-proyek dari SKPD-SKPD yang lain. Karena ini menyangkut penggunaan uang negara dan bahaya yang mengancam jiwa kalau jembatan kembali ambruk," tegas Kapojos.(lee)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment