Berita Terbaru

Saturday, June 30, 2018

Polisi Ungkap Motif Angkot Berdarah
by fadjrin haryanto - 0

foto: ist


MANADO, SMCOM - Pembunuhan yang menghebohkan warga di Jalan Manguni Raya, Perkamil, Kecamatan Tikala, Rabu (27/6), ternyata sudah direncanakan pelaku. Hal tersebut terungkap ketika Satreskrim Polresta Manado, menginterogasi pelaku berinisial NK alias Nur (24), warga Kelurahan Malendeng, Lingkungan II, Kecamatan Paal 2. Kepada polisi, Nur mengaku sudah memendam rasa sakit hati dan dendam kepada korban Ridel Paruntu (17), warga Kelurahan Paal 4, Lingkungan III, Kecamatan Tikala. “Dia mengaku sakit hati terhadap korban karena kerap kali memandang remeh pelaku. 

Selain itu, mereka yang bersama-sama berprofesi sebagai sopir angkot sering bersinggungan saat hendak mengambil penumpang,” beber Kapolresta Manado Kombes Pol FX Surya Kumara, saat menggelar rilis kasus tersebut di lobi Mapolresta, Kamis (28/6) kemarin. Sehari sebelum pembunuhan, pelaku dan korban sempat terjadi persinggungan yang masih bisa dilerai. Namun, pelaku sudah terlanjur dendam kepada korban, sehingga dia memikirkan rencana untuk menganiaya korban dengan senjata tajam.

Dendam tersebut akhirnya kesampaian. Pelaku yang sudah dikuasai minuman keras berhasil menghadang pelaku saat sedang menarik angkot diseputaran Paal 2. Tanpa basa-basi pelaku lantas menganiaya korban dengan menggunakan senjata tajam jenis pisau badik di dada korban. Karena sudah terkena tikaman, korban lantas tancap gas menuju ke arah Perkamil, sementara pelaku langsung melarikan diri. “Kemungkinan korban hendak mengarah ke Polsek Tikala untuk melaporkan kasus yang dialaminya. Namun karena menerima tikaman di dada sehingga korban pendarahan hebat dan meninggal sewaktu sedang mengendarai mobil angkot. Korban yang meninggal dalam keadaan berkendara lantas menabrak sebuah pohon di pinggir jalan sebelum ditemukan warga sekitar,” papar Kumara.

Pelaku yang melarikan diri akhirnya berhasil digulung Tim Macan Polresta Manado tiga jam kemudian. “Berdasarkan keterangan saksi dan beberapa alat bukti, pelaku berhasil ditangkap di Perum Viola Desa Sawangan, Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa. Saat ini barang bukti yang diamankan adalah kendaraan angkot. Sedangkan sajam yang dipakai pelaku masih dalam pencarian,” ungkap perwira tiga melati itu. “Pelaku dikenakan pasal 340 yaitu pembunuhan berencana, dengan ancaman pidana 20 tahun penjara,” pungkas Kumara. Diketahui, warga peristiwa berdarah itu menghebohkan warga Perkamil. Warga setempat menemukan korban sudah dalam keadaan bersimbah darah di balik kemudi angkot, Rabu malam. Korban pun dinyatakan meninggal akibat luka tikaman sebanyak dua kali di dada yang langsung mengenai jantung.(lee)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment