Berita Terbaru

Wednesday, May 2, 2018

Dipertanyakan Jumlah TKA di PMPTSP & Disnaker Minut Beda Jauh
by Frani Bagawie - 0

Pengawasan terhadap TKA harus dilaksanakan pemerintah.(foto:ist)
AIRMADIDI SMCOM--Permasalahan Tenaga Kerja Asing (TKA) illegal di Indonesia menjadi isu hangat di setiap daerah termasuk di Kabupaten Minut. Seperti di Kabupaten Minut sendiri dimana data yang berhasil dirangkum ada perbedaan jumlah TKA yang bekerja di daerah itu jika dilihat dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Minut.

Buktinya, Kabid Perijinan PMPTSP Minut, Charles Panambunan mengakui jika jumlah TKA yang bekerja di Minut mencapai kurang lebih 250 orang. Sementara pengakuan dari Plt Kepala Disnaker Minut, Petrus Macarau pada waktu lalu jika TKA yang bekerja di Minut terdata di instansi itu hanya 85 orang. "Data yang kami ambil ini sesuai dengan perijinan yang masuk lewat Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dimana disitu dijelaskan nilai investasi hingga jumlah tenaga kerja yang bekerja di perusahaan itu termasuk TKA," jelas Panambunan kepada wartawan, Rabu 2 Mei 2018.

Ditanya kenapa ada perbedaan data TKA dengan Disnaker Minut, Panambunan tidak bisa berkomentar banyak. Namun dirinya menduga jika terjadinya perbedaan pekerja asing dikarenakan bisa saja ada turis yang datang ikut bekerja. "Program bebas visa ini bisa disalahgunakan turis. Jadi intinya harus ada pengawasan dari dinas terkait. Kalaupun menggunakan visa kunjungan, itu tidak bisa bekerja di daerah ini," ungkapnya.

Meskipun demikian, dirinya menjelaskan jika kemungkinan 85 TKA yang terdaftar di Disnaker Minut sudah memiliki Ijin Memperkerjakan Tenaga Kerja Asing atau IMTA. "Kalau menyangkut IMTA, itu lebih tahun Disnaker dan bisa saja 85 orang TKA ini sudah memiliki ijin tersebut," tambah Panambunan.

Sebelumnya, Plt Kadis Tenaga Kerja Minut, Petrus Macarau SE mengaku di Minut ada 85 TKA dimana paling banyak bekerja di Manado Independent School (MIS) sebagai tenaga pengajar. Setiap perusahaan atau badan yang mempekerjakan TKA wajib mengurus IMTA dan untuk satu TKA dikenakan retribusi sebesar USD100/ bulan. "Tapi biasanya TKA di Minut tak sampai 1 tahun full. Hanya beberapa bulan di sini lalu kembali lagi ke negara masing-masing," pungkasnya.(lee)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment