Berita Terbaru

Tuesday, March 20, 2018

Fasilitas Belajar SMP 1 Liktim Memprihatinkan
by wepe - 0


Kondisi salah satu ruang belajar di SMP Negeri I Liktim, banyak kursi yang rusak, sementara meja belajar ada yang tidak memiliki kursi. Sarana Fasilitas Belajar SMPN 1 Liktim Perlu Perhatian Pemerintah


 AIRMADID SMCOM--Perhatian terhadap sarana fasilitas belajar di sekolah harus ditingkatkan pemerintah daerah. Seperti halnya yang terpantau di SMPN 1 Likupang Timur dimana proses belajar di sekolah yang sudah terakreditasi A ini masih banyak kekurangan sarana fasilitas belajar berupa kursi untuk siswa.
Hal itupun dikeluhkan oleh orang tua siswa karena para siswa harus rela duduk berdua di satu buah kursi saat mengikuti kegiatan belajar.

Padahal jumlah keseluruhan siswa kelas VII, VIII dan IX sebanyak 383 orang, sementara kursi yang tersedia hanya berjumlah 283. Ini dikarenaka sudah banyak kursi dan meja yang rusak. Kondisi ini dikeluhkan oleh salah satu orang tua murid kelas VIII yang tidak ingin namanya disebut dimana dirinya mengaku prihatin dengan situasi yang terjadi di sekolah ini karena ini sudah berlangsung cukup lama, yaitu sejak tahun ajaran lalu. 

Ini cukup ironis karena pada bulan April nanti para siswa kelas IX akan menghadapi Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP). "Ujian nantinya akan terganggu karena ada dua siswa hanya menggunakan satu kursi,” ujarnya kepada wartawan, Selasa 20 Maret 2018 seraya berharap ada perhatian serius dari pemerintah untuk membantu sekolah ini agar para murid dapat lebih nyaman menerima pelajaran. 

Kepala Sekolah SMPN I Liktim Juliana Pusung S.Pd M.Pd saat dikonfirmasi tak menampik informasi dari para orang tua murid ini. Dirinya mengaku masih sedang menata dan memenuhi keperluan meja dan kursi belajar ini. 
“Saat ini kekurangan kursi sedang diupayakan melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Kekurangan ini diatasi secara bertahap karena penggunaan dana BOS terdiri dari beberapa item. Sementara pengajuan proposal bantuan DAK ke Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Minut dan melalui sistim Dapodik belum ada jawaban dan sedang ditunggu,” ujar Pusung yang tengah mempersiapkan 116 siswa kelas IX untuk mengikuti ujian nasional. 

 Dirinya pun mengaku sangat berhati-hati untuk meminta sekedar bantuan dari pihak ke tiga apalagi ke orang tua murid, karena hal tersebut tidak diperbolehkan.(lee)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment