Berita Terbaru

Friday, February 2, 2018

Kepsek Lingkungan Kontrol 700 Pohon Hasil Apel Akbar
by wepe - 0


Komunitas Sekolah Lingkungan bidang Sungai bersama dengan BPBD dan PMI Saat Foto bersama di Pingiran Sungai Tulap

Bitung—Kepala Sekolah Lingkungan Kota Bitung DraKhouny Lomban Rawung pada Jumat (2/1) kemarin bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Palang Merah Indonesia kota Bitung melakukan survey sekaligus mengontrol 700 an pohon yang di Tanam saat Apel Akbar sekolah Sungai 6 November lalu di Daerah Aliran Sungai Girian.

Bersih sebagian Sungai yang dilakukan tadi pagi

Saat ditemui di pingiran sungai Tulap, Ketua Tim Pengerak PKK ini kelihatan semangat mengamati satu persatu pohon yang sempat ditanam saat acara Sekolah Sungai lalu. “Jangan kegiatan penanaman pohon ini hanya menjadi seremonial belaka, namun harus ditindaklanjuti sampai benar-benar pohon tersebut bertumbuh sehat, setidaknya dalam waktu 6 bulan harus terus menerus dikontrol,” ungkapnya.
Tak hanya itu selain kontrol pohon, dirinya juga  memberikan edukasi kepada warga sekitar sungai untuk terus merawat sungai yang ada. “Kita akan memberikan masukan kepada pemerintah agar upaya rehabilitasi sungai sudah harus dilakukan apalagi beberapa daerah das Girian ini terjadi pendangkalan, ini harus dilakukan guna meminimalisir bencana,” katanya.

 
Kepala Sekolah Sungai dengan Kalaks BPBD
Dari temuan yang didapat rupanya hampir 20 persen pohon yang ditanam saat Apel Akbar tersebut mati sehingga harus dilakukan sulam atau penanaman kembali menganti pohon-pohon tersebut.

Semetara itu kepala Pelaksana Harian BPBD Rudi Wongkar dilokasi yang sama mengaku sangat senang jika pekerjaanya ini dibantu oleh semua ornament masyarakat. “Persoalan meminimalisir bencana harus dilakukan oleh banyak pihak dan bukan hanya tugasnya BPBD dan apa yang dilakukan sekolah Lingkungan dan PMI sudah sangat baik dan semoga bisa diikuti oleh ornament dan isntansi lainnya,” jelasnya.
Dalam Survey tersebut, Sekolah Lingkungan, BPBD dan PMI ini menemukan banyaknya puing-puing sisa pembangunan jembatan yang ditakutkan menjadi salah satu penyebab mapetnya jembatan sehingga menimbulkan banjir. “Kita akan berkoordinasi dengan pihak PU agar puing-puing tersebut bisa diangkat jika tidak potensi banjir bisa terjadi pada warga sekitar kuala bir,” ungkapnya lagi. (wepe)

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment