Berita Terbaru

Tuesday, February 6, 2018

Kantor Nyaris di Segel, 350 Warga Minta Kumtua Desa Batu diganti
by wepe - 0



 
Warga saat "kudeta" kantor Hukum Tua Batu.(foto: glen/smcom)
AIRMADIDI SMCOM—Sedikitnya 150 warga Desa Batu melakukan aksi protes di kantor Hukum Tua sehingga mendapat pengawalan ketat dari Polres Minut dan Polsek Likupang pada Selasa 6 Februari 2018.

Bahkan kantor Hukum Tua Desa Batu nyaris disegel warga. Hal ini warga lakukan karena ketidakpuasan mereka atas perilaku dari Hukum Tua (Kumtua) Desa Batu, Jerry Nixon Sampelan karena sudah memberhentikan secara sepihak 5 perangkat desa.
Warga pun menuntut agar Kumtua segera diganti oleh Pemkab Minut. Aksi untuk menyegel kantor Kumtua pun tidak terjadi karena sudah dilakukan pertemuan antara warga dengan Badan Pemberdayaan Desa (BPD) dengan warga yang difasilitasi oleh Inspektorat Minut di Balai Desa.

Dalam pertemuan dengan Inspektorat dan BPD ini, sejumlah warga pun mengeluarkan keluhan mereka berupa pemecatan 5 perangkat desa yakni kepala jaga atau maweteng hingga soal adanya kasus Kumtua yang sudah bermuara ke aparat hukum. Johny Rau, Dolfi Makarau, Jus Rottie dan Alfrets Lensum dalam pertemuan itu menyatakan jika tidak terima jika mereka diberhentikan secara sepihak oleh Kumtua. "Kami menerima surat pemberhentian pada Senin (kemarin,red) pada pukul 7 pagi. Setelah itu pada pukul 9 pagi, sudah ada pelantikan Maweteng yang menggantikan kami," ujar mereka.
Untuk menurunkan Kumtua dari jabatannya, mereka pun sudah mengumpulkan sedikitnya 350 tanda tangan warga yang mendukung pemberhentian Kumtua.
"Berbagai permasalahan dari Kumtua sudah kami sampaikan kepada Bupati, Ketua Dewan, Inspektorat dan Dinsos-PMD Minut," kata mereka.
Selain Kumtua, warga pun meminta agar pemerintah bisa menggantikan posisi Ketua dan Sekretaris BPD.
Sebab, Ketua BPD merupakan orang tua dari Kumtua. "Bagaimana desa ini akan maju jika semua pemerintahan di desa ini sudah dikuasai oleh keluarga Kumtua," ungkap warga lainnya,
Maisye Rau.

Sementara itu, Kumtua Desa Batu Jerry Nixon Sampelan saat dikonfirmasikan mengatakan jika pemberhentian maweteng dilakukan karena mereka sudah turun melakukan permintaan tanda tangan ke warga untuk melengserkan dirinya.
Sementara untuk pemberhentian ketua BPD, kata Sampelan, itu bukan kewenangan warga dan pemerintah desa. Sebab, pelantikan ketua BPD dilakukan oleh Bupati Minut sehingga yang memiliki wewenang melakukan pemberhentian adalah Pemkab Minut.
 "Perangkat desa diganti karena ada yang mengundurkan diri dan juga sudah meninggal sehingga sepatutnya ada pengisian jabatan yang lowong," jelas Sampelan seraya menambahkan jika permasalahan hukum yang dialaminya, itu sudah selesai karena telah ada permintaan maaf dan kekeluargaan.
Dalam pertemuan dengan warga, Sekretaris Inspektorat Minut, Mayti Lesar SE mengatakan jika pihaknya masih akan melakukan penyelidikan terhadap masalah tersebut. Bahkan waktu untuk penyelidikan pun akan dilakukan hingga Jumat 10 Februari mendatang.
"Ada tim pemeriksa nanti yang akan turun melakuka penyelidikan dan itu sudah dilakukan sejak hari ini juga. Saya minta warga bersabar dan mari jaga keamanan bersama di desa ini," katanya. Wakapolsek Likupang Iptu Ade Tatang pun meminta kepada masyarakat agar bisa menjaga kamtibmas bersama. "Mari bantu kami dari kepolisian untuk menjaga keamanan bersama. Mari kita jaga kamtibmas sehingga kekeluargaan dan persaudaraan bisa terjalin lama," tambahnya.(lee)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment