Berita Terbaru

Monday, February 19, 2018

Didanai Hingga 90 Jt, One Bit Kini “Mampos”
by wepe - 0



Inilah Wujud aplikasi One Bit saat dibuka


Bitung—Masih ingat dengan aplikasi pelayanan pemkot Bitung yang dinamakan “One Bit”.
Rupanya, aplikasi yang sangat diharapkan menjadi sarana informasi pemerintah menindaklanjuti setiap keluhan warga kota Bitung kini tidak berfungsi lagi alias mati.

“Belum genap setahun aplikasi ini sudah tidak berfungsi lagi, apalagi jika melihat ada banyak pengeluhan di aplikasi ini tidak ditindaklanjuti oleh para admin,” jelas sumber.
Sementara dari data yang diterima wartawan, pembuatan aplikasi tersebut dihargai sekitar 90 juta rupiah. 

Untuk aplikasi berbasis Anroid memang tidak dibayar namun,  aplikasi berbasis webside pemerintah membayar seharga 90 juta. 
 
One Bit Tampilan Aplikasi berbasis Web

Terinformasi jika aplikasi tersebut di kementerian kominfo hanya dijual seharga 50 jutaan. “Terlalu mahal memang, apalagi aplikasi ini tidak dibeli oleh pemkot malah aplikasi tersebut jika digunakan harus melalui mekanisme MOU pertahun,” kata sumber.
Sem Muhaling koordinator ruang Bitung Command Room saat dikonfirmasi hal tersebut membenarkan jika aplikasi tersebut sudah tidak aktif lagi. “Memang sudah tidak aktif lagi, sebab kontraknya sampai 31 Desember 2017, jika ingin dilanjutkan harus melalui penandatangan MOu lagi dengan pihak ke tiga,” ungkap Muhaling.
Muhaling sendiri membenarkan jika dana yang digunakan untuk pembuatan aplikasi tersebut seharga 90 juta. “Yang mengunakan aplikasi ini bukan hanya Pemkot, Polres pun  mempunyai konten di aplikasi ini seperti panic bottom namun sayangnya aplikasi ini sudah mati,” Jelas Muhaling seraya mengatakan jika saat ini Grup Konsultasi Pelayanan Publik Kota Bitung (KP3B) menjadi ujung tombak pelayanan informasi. “Tapi kan kita tidak bisa mengklaim itu milik pemkot, karena adminnya tidak resmi diangkat pemerintah, seperti admin dari One Bit,” katanya.(wepe)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment