Berita Terbaru

Friday, February 9, 2018

Bendi Hias Ramaikan Festival Benteng Moraya 2018.
by wepe - 0



Kadis Pariwisata Agustivo Tumundo saat memegang bendera start Bendi hias

Tondano - Festival Benteng Moraya yang sudah 2 kali di laksanakan di Kabupaten Minahasa hingga tahun 2018 ini dinilai warga mulai mendapatkan simpati apalagi kegiatan yang berlangsung tersebut, penyelenggaranya dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).

 Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow, MSi (JWS) bersama Wakil Bupati Ivan Sarundajang (IvanSa) dan Sekretaris Daerah Jeffry Robby Korengkeng, SH. MSi menghadiri kegiatan Pesona Minahasa 2018 yang dirangkaiakan dengan Festival Benteng Moraya dan karnaval Bendi Hias pada Jumat (9/2) tadi di Benteng Moraya.
Dalam Laporan Kepala Disbudpar Minahasa Drs. Agustivo Tumundo SE MSi mengatakan bahwa kegiatan Pesona Minahasa 2018 yang dirangkaikan dengan Karnaval bendi hias. Ini sudah kali kedua, digelar setelah sukses di gelar tahun lalu. "Selain di gelarnya Festival Benteng Moraya di kompleks pariwisata tersebut, bertujuan untuk menarik wasatawan dari luar maupun dalam. Dan dari kegiatan ini juga dirangkaikan dengan tarian maengket dan pisot, setelah itu berlanjut ke carnaval Bendi hias diikuti hampir 100 peserta termasuk bendi hias Bupati, Wakil Bupati, Sekdakab Minahasa serta para kadis dan BUMN/BUMD dan masyarakat umum,"beber Tumundo.
Sementara itu, Bupati Minahasa Drs. Jantje Wowiling Sajow, Msi (JWS) mengatakan sebagai Bupati Minahasa tentunya berterima kasih kepada kepala Dinas Budpar, karena telah berupaya dalam mensukseskan Kegiatan ini.
 " Festival seperti ini harus digelar, begitu juga budaya perlu kita lestarikan termasuk benteng Moraya yang merupakan tempat yang bersejarah. Walaupun ini belum selesai kita menargetkan tahun depan akan selesai dan even ini akan dilaksanakan setiap tahun," harap JWS.
Lanjut dia berterima kasih kepada seluruh peserta, sebab dilakukannya agenda ini agar memperlihatkan kepada masyarakat, akan indahnya Kota Tondano yang kata orang jaman dahulu adalah kota mati.
"Kota Tondano tidak boleh mati, harus tetap hidup, begitu juga dengan Taman God Bless yang kita kenal dengan Lapangan Sam Ratulangi. terima kasih bagi warga masyarakat yang merespon kegiatan ini, dipastikan acara-acara budaya dan pariwisata seperti ini akan terus bergulir di Minahasa, meskipun saya tidak lagi menjabat Bupati karena bulan depan telah melepas jabatan karena masa jabatanku telah berakhir,"pungkasnya sembari menambahkan bahwa Festival Benteng Moraya ini sebagai tahun pesona Minajasa 2018.

 Kegiatan ini juga dihadiri,  Asisten Pemerintah Dan Kesra Dr. Denni Mangala, Msi, Wakapolres Minahasa Alkat Karouw, Kajari Minahasa Saptana Setia Budi, Dandim 1302 Letkol Inf. Jouber Nixon Purnama, STH. Pdt. Dr. Hein Arina, SKPD, ASN dan masyarakat yang hadir untuk menyaksikan even pesona Mianahasa ini. Carnaval bendi hias tersebut memperebutkan Trophy Bupati Minahasa Juara 1 Rp 5 Juta, Juara 2 Trophy Wabup Rp 3 Juta Juara 3 Trophy Sekda Rp 2 Juta dan untuk masuk ke 10 besar masing-masing mendapatlan hadia berupa uang tunai sebesar Rp 500 ribu. (Win)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment