Berita Terbaru

Sunday, February 4, 2018

Aset wisata, VAP minta lestarikan budaya adat Tulude
by fadjrin haryanto - 0

Prosesi penyambutan tamu kehormatan dalam upacara Tulude.(foto:glen/smcom)



AIRMADIDI SMCOM--Upacara adat ''Tulude'' merupakan hajatan tahunan warisan para leluhur masyarakat Nusa Utara (Kepulauan Sangihe, Talaud dan Sitaro) di ujung utara Provinsi Sulut.  

Telah berabad-abad acara sakral dan religi ini dilakukan oleh masyarakat etnis Sangihe dan Talaud sehingga tak mungkin dihilangkan atau dilupakan oleh generasi manapun. Tradisi ini telah terpatri dalam khasanah adat, tradisi dan budaya masyarakat Nusa Utara.

Bahkan tradisi budaya ini secara perlahan dan pasti mulai diterima bukan saja sebagai milik masyarakat Nusa Utara, dalam hal ini Sangihe, Talaud dan Sitaro, tetapi telah diterima sebagai suatu tradisi budaya masyarakat Sulut dan Indonesia pada umumnya. 



Pemotongan kue Tamo oleh Kumtua Winuri.(foto:glen/smcom)


 
Sebab, di mana ada komunitas masyarakat etnis Sangihe-Talaud, pasti di sana akan ada hajatan Tulude. Upacara adat itu pun dilakukan oleh Pemkab Minut bersama pemerintah dan masyarakat Desa Winuri Kecamatan Likupang Timur pada Sabtu  4 Februari 2018 di lapangan Desa Winuri. 

Pemotongan 8 kue Tamo dari masing-masing jaga atau lingkungan desa pun menjadi salah satu keharusan yang harus dilakukan dalam prosesi upacara adat ini. Bahkan budaya adat Minahasa pun seperti tarian Kabasaran ikut memeriahkan pelaksanaan upacara adat Tulude tersebut.

Hukum Tua Desa Winuri Sinta Kasso mengaku sangat bersyukur dapat menyelenggarakan Pesta Adat Tulude ini. 

“Saya bersyukur dan sekaligus menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Minut melalui Dispar yang telah mempercayakan Desa Winuri untuk menjadi penyelenggara Tulude Kabupaten. Ini tentunya menjadi anugerah berharga bagi pemerintah desa dan warga,” tutur Kasso.



Panggung utama yang dihadiri oleh sejumlah unsur muspida untuk upacara adat Tulude.(foto:glen/smcom)

 


Dalam upacara pesta adat ini ditampilkan pagelaran Tarian Perang Kabasaran oleh sekira 25 penari, yang menceritakan bagaimana warga Minahasa berperang mempertahankan daerahnya demi kerukunan. Acara ini pun dikawal oleh Ormas Adat.

Hadir dalam acara ini Ketua Dekab Minut Berty Kapojos, anggota dewan sekaligus ketua panitia Denny Sompie SE, Camat Liktim Donny Rondonuwu, Danramil Likupang 1310-03 Kapten Inf. Tonni Wurangian, Kapolsek Likupang Iptu Hendrik Rantung, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh masyarakat.(lee/**)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment