Berita Terbaru

Tuesday, January 30, 2018

PPI Bakal Cekal Paskibraka Utusan Bitung ke Provinsi?
by wepe - 0




Didahului Timsel Pemkot, PPI Terlambat Usulkan Tim Seleksi Paskibraka



Bitung—Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Bitung ormas yang mengklaim sebagai wadah pelatihan para calon Pengibar Bendera diacara-acara kenegaraan rupanya terlambat menerbikan Surat rekomendasi usulan daftar nama Panitia, Tim Seleksi, Pembina dan pelatih Paskibaraka kota Bitung.

Pasalnya, sejak pekan lalu pihak tim seleksi dan diklat paskibraka bentukan pemkot Bitung telah melaksanakan tugasnya dan berhasil menetapkan 2 pasang calon Paskibraka yang akan diutus ke Tingkat Provinsi.

Menanggapi hal tersebut ketua PPI kota Bitung  Hadi Saputra kepada wartawan mengatakan jika pihaknya tetap akan berdasarkan Keputisan Rapat Pengurus Harian dari PPI Provinsi. “Itu adalah kewenangan dari PPI Provinsi bahkan jelas dalam surat tersebut sampai ada rekomendasi nomor 014/PPI-21/1/2018 tentang Tim Seleksi dan Ketua Tim pelatih dan Pembina pada seleksi dan diklat Paskibraka tahun 2018,” ungkap Saputra.
Tak hanya itu, surat yang dikeluarkan pada 19 Januari 2018 ini ditanda tangani langsung oleh ketua Hendro A Kawatak dan Sekretaris Macel R Singkoh Pengurus PPI Sulawesi Utara. “Mekanismenya memang harus seperti itu,” ungkap Saputra.
PPI kota Bitung rupanya akan menganulir nama kedua pasangan calon Paskibraka yang akan diutus ke tingkat Provinsi. “Tim seleksi yang sah itu adalah tim seleksi usulan dari PPI Provinsi Sulut, jika sudah ada calon Paskibraka utusan Bitung ke provinsi berarti itu bukan hasil dari tim seleksi PPI kota Bitung yang di bentuk oleh PPI Provinsi,” jelas Hadi seraya menambahkan jika pihaknya tidak akan bertanggung jawab jika nantinya kedua pasangan ini dicekal di tingkat provinsi karena yang menjadi tim seleksi di tingkat provinsi adalah PPI Provinsi Sulut.

Sementara itu, soal turunnya surat rekomendasi tersebut, pihak Panitia Seleksi paskibraka Kota Bitung lewat Wakil Penanggung jawab, Marsel Tatuil mengemukakan jika ada salah kaprah soal aturan ini, apalagi pengurus PPI muskot 23 Desember lalu terkesan illegal. “Muskot itu hanya dihadiri sebagain purna paskibaraka saja dan kami sendiri tidak ada undangan, mungkin hanya 15 orang yang menghadiri itu,” jawabnya. Lebih ironisnya lagi menurut Tatuil ada pimpinan inti dari PPI Bitung yang terpilih adalah suami istri. Tak hanya itu, dirinya meminta kepada adik-adiknya yang mengklaim sebagai pengurus PPI Bitung untuk dapat belajar kembali soal aturan. “Silahkan adik-adik saya itu buka Permenpora no 65 tahun 2015 tentang kegiatan pasukan pengibar bendera pusaka, UU Nomor 40 tahun 2009 tentang kepemudaan dan  UU no 17 tahun 2013, tentang Ormas,” jelasnya.
Diapun menjelaskan jika dalam Bab 2, Poin D, Angka 2 Tim Penilai Paskibraka, Angka 3 soal Pembina Paskibraka, angka 4 soal Pelatih Paskibraka dan angka 5 Pelaksana Paskibra di Permenpora 65 tahun 2012 tersebut tak ada satupun Khausul yang mengungkapkan jika Purna Paskibraka Indonesia (PPI) dapat memberikan rekomendasi untuk Pembina, Pelatih sampai Pelaksana paskibraka. “Yang ada di dalam adalah dapat dibantu oleh Purna Paskibraka jangankan itu , diaturan tersebut juga jika Gugus Darma Pramuka dapat membantu,” jelasnya seraya menambahkan jika dalam Point tim penilai tidak disebutkan PPI. “ Tim penilai Paskibraka sebaiknya adalah Gabungan dari UnsurTNI, Polri, Akademisi, Tenaga Medis, Jurnalis (Wartawan) dan kementerian atau lembaga,” tutup Tatuil

Sementara itu, salah satu Tokoh muda kota Bitung Geraldi Mantiri ketika dikonfirmasi mengatakan jika ada baiknya semua unsur Purna Paskibraka, Pembina dan pelatih  yang ada di kota Bitung dapat duduk bersama, bicara bersama dengan kepala dingin untuk mengambil peran dalam setiap seleksi. “Tentunya purna Paskibraka sendiri adalah Organisasi Masyarakat yang bekerja tanpa pamrih demi kemajuan kota Bitung sebab tentu tugas inti dari purna paskibraka selain membantu melatih dalam pelaksanaan tata Upacara bendera adalah membina karakter-karakter muda di masyarakat untuk terus mencintai bangsa dan Negara agar tidak ada lagi kemesotan mental,” jelas tokoh muda yang pernah mengecap diklat paskibraka tingkat kota meski harus undur diri sebelum pelaksanaan karena jatuh sakit.(wepe)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment