Berita Terbaru

Thursday, January 18, 2018

Mengunjungi Kantor Lurah Paling "Reot" di Kota Bitung
by wepe - 0




Bitung—Melintas nanjak di jalan paving  lorong terakhir di kompleks perumahan Risky kelurahan Girian Permai, kecamatan Girian mengejutkan memang, jika diketahui kalau pada pemukiman padat ini ada kantor pemerintah kelurahan yang sama persis dengan rumah adat warga yang di jual di Tomohon. 3 orang staf menyapa senyum saat ada di lantai 2

“ Selamat siang ada keperluan apa,” ungkap ramah perempuan cantik berhijab, duduk dibawah papan plafon kantor  yang diperkirakan bakal jatuh menimpanya jika dirinya tetap duduk posisi itu dalam waktu setengah tahun saja, akibat sudah dimakan rayap.  Bintik-bintik coklat akibat rembesan air di plafon yang mulai lapuk ada diatas kepala para pegawai ataupun pengunjung di kantor Lurah itu. 



“Tidak usah melihat keatas pak, nanti matanya masuk butiran kecil telur rayap,” ungkap Siti Mariam Larisa.
Ruang Kantor Lurah yang sudah Bocor

Mudah mengenal semua staf di kantor ini karena di setiap meja terpampang nama jabatan dan nomor induk pegawainya. Dari semua meja di ruangan tersebut tak ada satupun bertuliskan Lurah. Namun disitu masih ada satu ruangan kecil, tanpa tirai. Melihat kedalam lewat samping kiri ruangan, kembali ada suara yang menegur kali ini bukan lagi suara Sopran milik wanita berjilbab itu, namun suara Bass. “Jangan lewat disitu, papannya sudah reot,” ungkap Yodi sekretaris kelurahan itu. “ Pak lurah sedang makan, sedikit lagi datang,” jelasnya membuyarkan rasa keingintahuan. “Silahkan duduk pak, jika ingin menunggu bapak (lurah,red),” jelasnya sambil menyodorkan kursi plastik yang sandarannya ada bekas retak tapi tak putus. Tak berapa lama, laki-laki besar dengan baju batik  masuk dan manyapa semua yang ada di kantor tersebut. 

Plafon kantor yang tidak lama lagi jatuh

“Selamat siang, maaf saya tadi pulang makan,” ungkap sang Lurah Reagen Senduk. Saat dirinya masuk ke ruangan dalam terlihat cekatan melangkah, namun pada satu titik di samping tempat duduknya terlihat  sang lurah tersebut sedikit pelan dan berhati-hati. Pun saat mau duduk, kepalanya harus menunduk mencari lobang kecil berdiameter 2 Cm dibawa tempat duduknya sambil mengatur kursi agar kursi tidak masuk ke dalam Lobang tersebut. “Kalau masuk disini harus hati-hati karena memang ada beberapa bagian yang sudah lapuk, saya sendiri sudah menganti beberapa papan disini namun masih ada lagi yang perlu di perbaiki atau ditambal sulam,” kata dia.
Diapun menceritakan jika kantor ini sudah ada sejak awal pemerintahan Milton Kansil. “Dulunya kantor ini di kompleks Alfa Mart muka jalan, namun bangunan kayu ini dipindahkan kemari,”kata dia seraya mengatakan jika pembangunan ini dimasa Lurah Michael Sondakh.
Bangunan kayu yang luasnya sekitar 6 x 6 ini, tangga bagian belakangnya sudah kehilanggan 3 anak tangga sehingga sudah tidak bisa digunakan lagi. “Kalau tangga didepan memang direhap karena saya sendiri sempat jatuh disitu, untung saja bukan masyarakat, sehingga sebelum ada korban lagi maka sudah direhap mempergunakan semen dan pegangannya dari besi,” ungkap Senduk. Pun demikian dengan kaca-kaca di kantor tersebut, semua kaca sudah tidak ada yang lengkap menempel di jendela, bahkan ada sebagian kaca yang sudah pecah membentuk tombak.

Butiran telur Rayap yang setiap saat jatuh dari plafon kantor

 Dia sendiri mengakui jika kemungkinan kantor Lurahnya ini adalah kantor Lurah paling reot di Bitung. “Mungkin, tapi saya percaya kedepan akan di rehabilitasi oleh pemerintah,” harap Senduk.(wepe)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment