Berita Terbaru

Thursday, January 18, 2018

Bendahara Diknas Minut polisikan Bendahara Pembantu soal TKD
by fadjrin haryanto - 0

Nonsay Umboh.


AIRMADIDI SMCOM--Dugaan penggelapan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) ASN guru di daerah terpencil di Kecamatan Likupang Timur dan Kecamatan Likupang Barat, berlanjut ke meja hukum. 

Ini dibuktikan dengan dilaporkannya Bendahara Pembantu Diknas Minut berinisial TS oleh Bendahara Umum Diknas Minut Nonsay Umboh ke Polres Minut Rabu 17 Januari 2018 dengan nomor LP/39/I/2018 SULUT/Res. Minut yang diterima KA Siaga SPKT Ipda Hengki Pinontoan.

Nonsay kepada wartawan, Kamis 18 Januari mengatakan, hal ini dilaporkan karena menurut laporan sejumlah guru yang ada di 2 kecamatan tersebut dimana untuk TKD bulan Juli dan Agustus tahun 2017 belum juga dibayarkan sampai saat ini. 

Untuk Kecamatan Likupang Timur TKD yang tidak dibayar adalah guru yang bertugas di pulau, mereka berhak atas TKD sebesar Rp2,5 juta per bulan, per orang. Sedangkan di Kecamatan Likupang Barat guru-guru yang berada di daratan besar yang TKD-nya tak kunjung dibayar, mereka seharusnya dibayar Rp1 juta per bulan, per orang. 

"Saat itu dana tersebut dicairkan tunai pada 25 September dimana saya  mengantar uang tunai tersebut bersama anak saya ke rumahnya, namun buku besar untuk menandatangani tanda terima tidak saya bawa.

 Namun selang bulan Oktober saya kaget ada guru dari kepulauan datang ke kantor dan menanyakan  TKD mereka yang belum kunjung diterima. Keesokan harinya saya bersama beberapa staf keuangan  diknas berkunjung ke rumah ST dengan maksud menanyai kebenaran keluhan para guru kepulauan. 

Saat itu dia pun (Bendahara Pembantu-red) mengakui bahwa uang yang diterima tidak masalah dan sedang disalurkan ke guru-guru. Kami pun diam-diam merekam pembicaraan upaya konfrontir tersebut. Rekamannnya sekarang kami simpan di laptop,” tukas Umboh sembari memberikan rekaman tersebut kepada media ini. 

Plt Kadis Pendidikan Sofitje Wolajan SE MM saat ditemui mengungkap, dirinya telah menerima laporan terkait tidak dibayarnya TKD tersebut, namun dikatakannya sesuai laporan bendahara umum hak mereka sudah disalurkan tunai oleh Bendahara Umum Nonsay Umboh melalui Bendahara Pembantu berinisial ST warga Kecamatan Dimembe. 

“Dari hasil laporan bendahara umum Nonsay Umboh bahwa TKD tersebut telah disalurkan sejak bulan September melalui bendahara pembantu ST, tapi sayangnya hingga dua kali panggilan  dan pertemuan yang bersangkutan tidak mengakui bahwa uang sebesar Rp265.125.000 telah diterimanya. Yang diakuinya hanya Rp100 jutaa.

Jadi terjadi selisih sebesar Rp165.125.000," terang Wolajan seraya menambahkan jika dirinya telah memanggil bendahara pembantu sebanyak 3 kali sebagai upaya  konfrontir dan untuk menyelesaikan masalah.(lee)

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment