Berita Terbaru

Wednesday, November 22, 2017

Diduga hina kepsek, Tiga Oknum Guru SDN 1 Airmadidi dilaporkan ke Polres
by yunita Cantik - 0

AIRMADIDI SMCOM—Tidak terima pemimpin yang baru, tiga oknum Guru SD Negeri 1 Airmadidi diduga lakukan penghinaan kepada Kepala Sekolah SD Negeri 1 Airmadidi Redyana Panebaren Spd yang sudah dilantik sejak bulan Juli 2017 lalu . Atas dugaan ini, ketiganya pun dilaporkan oleh Redyana ke pihak berwajib Mapolres Minahasa utara (Minut), pada Sabtu (18/11) pekan lalu.
Ketika ditemui, Redyana membenarkan jika dirinya adalah korban dalam kasus penghinaan, bahkan masalah penghinaan kepada dirinya itu, sudah beredar di masyarakat luas. Bagaimana tidak lanjutnya, dugaan penghinaan itu, dilakukan oleh tiga oknum guru melalui media Sosial yakni Facebook. "Saya laporkan masalah ini karena saya seakan dihina dalam media sosial Facebook milik dari salah satu guru yang pernah bertugas di sekolah ini dalam postingannya pada Jumat pekan lalu. Sebentar sore, Polres Minut akan membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP), namun laporan sudah saya buat di Polres Minut pada Sabtu pekan lalu," ujar Panebaren kepada sejumlah wartawan, Rabu (23/11) siang tadi.
Nampak penulisan siswa yang
meminta agar kepsek diganti.(foto:glen/smcom)
Redyana menceritakan jika permasalahan ini berawal dari permintaan pindah tugas 3 oknum guru di sekolah itu karena tidak menyukai kepemimpinannya. Mereka diantaranya yakni, Rohana Ramlan AMA Pd, Femmy Adelin Padoma Spd dan Bejamina Rumimper SPd. "Saya awalnya guru di sekolah ini dan dilantik pada 18 Juli, lalu sertijab pada 22 Juli dan masuk kerja pertama di sekolah ini pada 24 Juli sebagai kepsek. Mungkin karena saya dilantik menjadi Kepsek sehingga mereka tidak senang. Saya menduga mereka tidak suka saya menjadi kepsek karena mungkin mereka menilai jika hanya mereka yang layak menduduki posisi itu," jelasnya.
Dirinya pun menyayangkan kepindahan ketiga guru ini sampai berimbas pada anak didik di sekolah itu. Sebab, beberapa siswa kelas 5 dan 6 sempat menulis dalam lembaran kertas yang menyatakan jika anak didik di sekolah itu tidak suka dengan kepsek yang baru dan kertasnya di tempatkan dalam kotak saran sekolah. Diduga penulisan itu ada keterlibatan atau suruhan dari guru yang sudah pindah. "Ini sama dengan merusak mental anak kecil. Takutnya hal ini akan berimbas kepada orang tua siswa yang nantinya akan mencap jelek sekolah ini dan akan memindahkan anak-anak mereka ke sekolah lain," katanya.
Menurutnya pun, jika masalah ini sudah disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan Minut dan Kepala BKD Minut. Bahkan dari Dinas Pendidikan sendiri sudah memfasilitasi kedua belah pihak ini untuk berdamai. "Kadis Pendidikan yang lama dan baru sudah mengetahui masalah ini. Bahkan sudah meminta kami saling memaafkan dan itu sudah saya maafkan. Namun karena adanya postingan di Facebook itu, maka saya pun menempuh jalur hukum," tambahnya. (lee).



« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment