Berita Terbaru

Tuesday, October 3, 2017

Wartawan dicegat saat meliput pertemuan 3 subkon dengan PT Sino Road-HK
by fadjrin haryanto - 0

PERTEMUAN antara 3 Subkon jalan tol dengan PT Sino Road dan PT Hutama Karya.(foto: ist)


AIRMADIDI, SMCOM—Sudah menjadi tugas wartawan untuk memburu berita, terlebih menyangkut permasalahan hak kepada beberapa sub kontraktor (Subkon) oleh PT Sino Road dan PT Hutama Karya, Senin (2/10). Namun sayangnya, tugas wartawan ini sempat dihalang-halangi oleh Ramli yang tak lain adalah Juru Bicara PT Sino Road.

Buktinya, dalam pertemuan antara beberapa subkon dengan kedua perusahaan besar itu, wartawan dilarang meliput. Pasalnya, Ramly yang saat itu sedang memberi penjelasan sebagai juru bicara perusahaan dalam pertemuan tersebut, tiba-tiba dengan suara tinggi menghadang wartawan sambil meminta identitas para kuli tinta yang hadir. "Kalian ini siapa," tanya Ramly dengan gaya tak bersahabat.

Menariknya ketika Kapolsek Airmadidi, AKP Edi Susanto menjelaskan jika yang ditanya itu adalah wartawan, malah Ramly meminta legalitas dan identitas wartawan. “Oh kalian wartawan, mana surat tugas kalian," pintanya dihadapan perwakilan 3 subkon dan tim pengamanan Polsek Airmadidi.

Mendapat tantangan itu, salah satu wartawan senior dari FORJUBIR Minut, Fecky Mamahit pun langsung menanggapinya dengan nada sinis. "Anda itu apa dan siapa sehingga berani meminta legalitas kami," jelasnya dengan nada tinggi.

Melihat situasi bakal tegang antara wartawan dengan pihak PT Sino Road-HK karena ulah Ramly, Kapolsek Airmadidi, AKP Edi Susanto sebagai mediator kedua pihak langsung masuk dalam substansi pertemuan. "Kamu lanjutkan saja penjelasan, jangan urus rekan-rekan wartawan sebab mereka sedang bertugas," ajak Susanto.

Mediasi kedua belah pihak pun berlanjut. Ramly melanjutkan penjelasannya dan para wartawan bisa meliput. Namun dalam pertemuan ini, Kapolsek Airmadidi AKP Edi Susanto memutuskan jika pertemuan ini dilanjutkan Jumat (3/10) mendatang.

Namun menariknya lagi, setelah usai pertemuan, ternyata sikap Ramly yang tak menginginkan wartawan, kembali terlihat. Bahkan Ramly sempat mengemukakan agar sebaiknya wartawan tak usah dihadirkan dalam pertemuan pada Jumat mendatang.

Penyampaian Ramly itu sontak mendapat tanggapan salah satu anggota Forjubir, John Simbuang. “Siapa saja yang mencoba menghalang-halangi pers maupun aktivis LSM dalam mengemban tugas merangkum informasi keterbukaan publik, akan berhadapan dengan hukum. Jumat nanti, kami dari wartawan Forjubir Minut akan hadir semua.

 Jika ada yang melarang wartawan meliput di pertemuan itu, kami akan laporkan ke KIPP Sulut,” tegas Simbuang.

Pada pertemuan Jumat nanti akan membahas pencairan dana yang merupakan hak dari ke-3 subkon di tempat yang sama yaitu kantor PT Sino Road/ PT Hutama Karya di bilangan Kecamatan Kalawat, Minut.(lee)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment