Berita Terbaru

Monday, October 16, 2017

VAP dengar keluhan Kumtua soal Dandes tahap 1
by fadjrin haryanto - 0

Kegiatan evaluasi penggunaan anggaran dan pembangunan dari Dandes.(foto: glen/smcom)



AIRMADIDI, SMCOM--Pembangunan desa dari Dana Desa (Dandes) tahap pertama sudah hampir selesai dilaksanakan masing-masing Kumtua. Hanya saja, untuk penyaluran dan pembangunan Dandes ini sebagian dinilai bermasalah dan telah dilaporkan ke Polres Minut sehingga itu langsung ditanggapi oleh Bupati Minut Vonny Anneke Panambunan (VAP) dengan memanggil 125 Kumtua se-Minut lewat kegiatan evaluasi penggunaan Dandes tahap pertama di aula kantor Bapelitban Minut, Senin (16/10).

Dalam pertemuan untuk mendengarkan keluhan dan realisasi Dandes dari Kumtua ini turut melibatkan Kapolres Minut AKBP Alfaris Pattiwael SIK MH dan juga Kepala Inspektorat Minut Umbase Mayuntu.

"Saya sangat berterima kasih kepada Kapolres Minut yang sudah hadir untuk kegiatan ini. Sengaja kami undang Polres Minut karena adanya laporan soal Dandes dan ini juga merupakan tindaklanjuti dari pertemuan sebelumnya yang sudah dilaksanakan bersama dengan Kejari Minut," jelas Bupati.

Di pertemuan itu, Bupati sempat mendapati adanya laporan dari Inspektorat Minut soal penggunaan tanda tangan palsu di Desa Paniki Baru Kecamatan Kalawat yang kini sudah masuk ranah hukum di Polres. Untuk itu Bupati pun meminta agar hal ini jangan sampai terjadi di desa lainnya.  "Camat saya minta pantau hal ini dan awasi terus meskipun sudah ada perdamaian menurut Inspektorat Minut," tambah Bupati.

Sementara itu, Kapolres Minut AKBP Alfaris Pattiwael SIK MH mengatakan jika saat ini sudah ada beberapa laporan dugaan penyimpangan dalam penyaluran Dandes yang dilaporkan oleh warga maupun LSM. Semua laporan ini akan ditindaklanjuti pihak Polres Minut. 

"Memang sudah ada laporan tapi belum masuk dalam tahap penyidikan. Kumtua juga saya minta jangan takut jika dilaporkan oleh warganya selama laporan itu tidak benar. Artinya Kumtua sudah menjalankan dandes itu sesuai dengan aturan yang berlaku," tandas Kapolres.

Disinggung soal adanya tanda tangan palsu, Kapolres mengatakan, meskipun sudah ada kata damai antara pemerintah desa dengan Dinas Sosial dan PMD Minut, namun masalah ini tetap akan diproses. "Namanya ada tindak pemalsuan, itu sudah masuk pidana dan akan diproses walaupun sudah ada kata damai antara kedua belah pihak," tandas Kapolres.(lee)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment