Berita Terbaru

Monday, October 2, 2017

Pelayanan publik terancam, Jumlah ASN Minut kurang
by yunita Cantik - 0

Airmadidi—Kabupaten Minahasa utara (Minut) terancam kekurangan jumlah Abdi negara. Pasalnya, jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di kabupaten Minut semakin berkurang setiap tahun. Hal ini berdasarkan data yang dimiliki Pemerintah kabupaten (Pemkab) Minut melalui Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Minut. Dimana, kekurangan ini, diakibatkan sejumlah factor, termasuk diantaranya Pensiun dini, permohonan pindah keluar daerah serta banyaknya ASN yang sudah memasuki usia pensiun.

Tampak ASN Minut saat persiapan apel kerja
dilingkungan Pemkab Minut belum lama ini
Sejumlah pihak menilai, hal ini bisa terjawab dengan adanya rekruitmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Namun, masih terkendala dengan moratorium dari pemerintah pusat. Meski sebagian Kementrian dan lembaga telah membuka lowongan tahun 2017 ini. "Tidak ada dampak nyata kepada daerah. karena CPNS dari kementrian dan lembaga bukan sesuai kebutuhan daerah," ujar salah satu ASN dilingkungan Pemkab minut yang minta namanya tak di sebutkan. 

Berdasarkan data dari BKPP Minut, hingga semester pertama tahun ini, jumlah ASN di Minut tinggal 3.459 orang. Jumlah tersebut terdiri dari pegawai pelaksana sebanyak 635 orang, Fungsional 2227 orang, Eselon 4b sebanyak 31 orang, Eselon 4a sebanyak 382 orang, Eselon 3b sebanyak 99 orang, Eselon 3a sebanyak 53 orang, Eselon 2b sebanyak 31 orang dan Eselon 2a sebanyak 1 orang.
Sementara, jumal ASN pensiun dini dan pindah tugas ke daerah lain setiap tahunnya terus bertambah. Dimana yang melakukan permohonan pindah sebanyak 17 ASN, sedangkan yang masuk ke Minahasa utara hanya 8 ASN dari daerah luar. Sisanya ASN yang telah memasuki pensiunan sesuai batas usia 32 orang dan pensiun dini 3 ASN.

Sementara, menurut Bupati Minut Vonny A Panambunan. hal tersebut sangat berdampak pada pelayanan kepada masyarakat terutama bidang kesehatan. Dimana, kekurangan tenaga medis terjadi di hampir setiap desa. Yang mengakibatkan Pemkab Minut harus melakukan penyesuaian dengan menurunkan sebagian ASN di DInas kesehatan ke lapangan. “Bahkan ada puskesmas yang kelebihan tenaga dokter ikut dipindahkan kewilayah yang kurang tenaga. Pelayana kepada masyarakat harus diutamakan sehingga beberapa ASN yang memiliki profesi sebagai dokter harus diturunkan ke puskesmas,” ujar Panambunan saat memimpin rapat evaluasi anggaran belum lama ini.

Sebelumnya, kepala BKPP Minut, Aldrian Posuma juga pernah mengatakan jika Pemkab minut masih menunggu dicabutnya Moratorium yang masih berlaku hingga saat ini. “Kalau rekruitmen CPNS sudah dibuka, maka Minut pun pasti akan melakukan penerimaan," tambah Posuma. (gebe).

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment