Berita Terbaru

Tuesday, September 5, 2017

Pekan ini, mantan Dirut dan bendahara PD Pasar Tomohon diperiksa
by fadjrin haryanto - 0

Jika tidak ada aral melintang, Kejaksaan Negeri (Kejari) Tomohon kembali memeriksa sejumlah pejabat PD Pasar Tomohon.


TOMOHON, SMCOM—Jika tidak ada aral melintang, Kejaksaan Negeri (Kejari) Tomohon kembali memeriksa sejumlah pejabat PD Pasar Tomohon. Kali ini giliran bendahara dan mantan Dirut PD Pasar yang menjabat ketika kasus dugaan korupsi terjadi yakni tahun 2015.

Kasi Pidsus Kejari Tomohon, Putra Mokoagouw SH pun membenarkan akan ada pemanggilan kembali sejumlah pejabat Dirut PD Pasar Tomohon untuk dipemeriksa. "Mantan Dirut tahun 2015 dan bendahara sudah dijadwalkan akan diperiksa. Sesuai rencana Jumat (8/9) pekan ini," beber Mokoagouw. 

Disinggung kasus dugaan penyelewengan dana sewa kios yang dikelolah PD Pasar Tomohon yang mencapai puluhan juta rupiah per kios yang kabarnya terjadi tahun 2015 juga, Mokoagouw menjawab hal itu juga akan jadi perhatian Kejari Tomohon. "Intinya siapa yang terkait dalam kasus korupsi harus bertanggungjawab termasuk dugaan kasus tahun 2015 yang sedang berjalan ini," tegas jaksa yang menjebloskan Sekkot di Malut dan sejumlah kepala SKPD.

Diketahui, sebelumnya ada 3 pemimpin di PD Pasar Tomohon diperiksa Kejari Tomohon. Mereka adalah, Noldi Montolalu, Wilhelm Gontha dan Mac Ronald Kambey. Kabar beredar, kasus korupsi terjadi tahun 2015 dan menyeret sejumlah pejabat BUMD Tomohon.

Kasus dugaan korupsi ini terangkat ketika Februari 2015 PD Pasar mewariskan sisa anggaran sekitar Rp580 juta kepada manajemen baru, namun sampai akhir tahun 2015 laporan keuangan semua nihil. Kala itu Dirut PD Pasar Tomohon dipegang Hofny Kalalo SH. Ada kejanggalan mereka dipanggil hearing Dekot Tomohon dan dipertanyakan soal tidak adanya pemasukan ke kas daerah ini.

Selain uang kas nihil, ada banyak persoalan saat itu, seperti tidak beroperasinya pabrik es, adanya tunggakan rekening listrik yang mencapai Rp100 juta yang harus dibayar ke PLN,  serta pembayaran 3 Direksi yang tahun 2015 kosong dan penagihan retribusi kepada 1500 pedagang menunggak.(teem)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment