Berita Terbaru

Tuesday, September 5, 2017

Mantan Kadistakot Manado kabur, Penyidik pun geram
by fadjrin haryanto - 0

BM alias Benny.
MANADO, SMCOM—Kasus dugaan korupsi penerangan lampu jalan Solar Cell Tahun Anggaran (TA) 2014, yang mengalami kerugian negara berbanderol sekitar Rp3 miliar, hingga kini menjadi atensi serius penyidik Subdit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulut. Pasalnya, salah satu tersangka yang ditetapkan yakni mantan Kadistakot Manado, BM alias Benny, hingga kini belum bisa dimintai keterangan karena menghilang.

Dari upaya penyidikan kasus tersebut, penyidik pun resmi menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO), untuk memburu tersangka. Tak hanya itu, Polda Sulut harus berkoordinasi dengan IT Mabes Polri dan seluruh Polda di Indonesia, agar dapat mengamankan tersangka yang hingga kini tidak ditemukan.

Terkait pencarian tersangka, Kasubdit Tipikor Polda Sulut, AKBP Gani Siahaan SIK MH mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali mencari keberadaan tersangka di dalam dan luar daerah sesuai dengan informasi bahwa lokasi persembunyian Mailangkai mulai ada titik terang. 

Meski demikian, ketika dilakukan pengembangan pencarian, tersangka belum ditemukan sesuai informasi yang diterima. Meski demikian, penyidik tidak menyurutkan niat untuk tetap mencari tahu keberadaan tersangka. Ia pun berharap, tersangka Benny sebaiknya menyerahkan diri, sehingga bisa mempermudah proses penuntasan kasus Solar Cell ini. 

Menurutnya, jika tidak mengindahkan himbauan penyidik, maka pihaknya akan mengambil langkah tegas sesuai aturan hukum.

“Kita menetapkan tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan di Pengadilan Tipidkor. Ini yang sementara kita gali. Apa ada potensi aliran dana ataukah terlibat ikut persekongkolan tapi tidak menerima dana. Yang pasti kasusnya tetap diproses. Kalau tidak ada tanggapan baik dari tersangka, pasti kita bertindak tegas,” tegas Siahaan, Senin (4/8) kemarin.

Diketahui Penyidik Tipidkor Polda Sulut sebelumnya telah menahan tersangka FS alias Salindeho. Keterlibatan Salindeho, terungkap dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), berawal saat saksi Paul Nelwan memberikan informasi pada Paulus Iwo bahwa ada proyek Solar Cell di Manado.

Paulus bersama Ariyanti kemudian bergerak meminjam PT Subota, guna memenangkan tender. Proses tender belum dimulai, namun Iwo dan Ariyanti telah bertandang ke Manado guna menawarkan brosur solar cell kepada tersangka Mailangkai
.
Pertemuan yang dilaksanakan di sebuah hotel tersebut, turut diikuti Narapidana Lucky Dandel, Robert Wowor dan tersangka Salindeho. Begitu tender dimenangkan dan proyek dikerjakan, usut punya usut, ternyata proyek dikerjakan tidak sesuai kontrak.

Paulus Iwo, diduga kuat telah berani mengubah spesifikasi baterai, yang dalam kontrak harusnya menggunakan basaterai 12120 Ah merk Best Solution Batery (BSB). Namun, dirubah menjadi baterai Bulls Power atau BSBp 120 (SNI). Akibatnya, baterai hanya mampu bertahan 3 sampai 6 jam, yang semestinya menyala 10 jam per hari. Buntutnya, dalam kasus ini Negara mengalami kerugian sekitar Rp3 miliar.(erel)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment