Berita Terbaru

Thursday, September 14, 2017

Jurnalis Sulut siap liput bencana
by fadjrin haryanto - 0

(foto: ist)

MINAHASA, SMCOM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) setiap tahunnya mengadakan Forum Komunikasi Wartawan BNPB di berbagai daerah. Tahun 2012 di Lido Sukabumi-Jawa Barat, 2013 di Palembang-Sumatera Selatan dan Semarang-Jawa Tengah, 2014 di Surabaya-Jawa Timur, 2015 di Solo-Jawa Tengah dan Samarinda-Kalimantan Timur, 2016 Sanur-Bali dan Pontianak-Kalimantan Barat. 

Tingginya permintaan dari daerah untuk melakukan peningkatan kapasitas wartawan dalam penanggulangan bencana. Tahun 2017, BNPB menambah menjadi 3 (tiga) kali kegiatan Forkom Wartawan, antara lain di Bandung-Jawa Barat, Medan-Sumatera Utara dan Manado-Sulawesi Utara.
Penyelenggaraan forum komunikasi wartawan ini bertujuan dalam rangka untuk meningkatkan kemitraan dan menambah pengetahuan bencana kepada peserta. Oleh karena itu, komunikasi dan dialog perlu senantiasa dilakukan secara berkesinambungan guna menghindari kemungkinan kesalahpahaman. Dengan demikian tetap tercipta hubungan yang sinergis antara BNPB, BPBD dan wartawan.

Kegiatan ini juga sebagai langkah pemerintah melindungi warga negaranya, khsususnya wartawan saat peliputan bencana, karena tidak tahu ancamannya sehingga banyak korban dari wartawan, seperti kasus Sinabung, banjir Jakarta, tsunami Aceh dan sebagainya. Sehingga perlu menyamakan persepsi antara wartawan dan pemerintah agar selamat saat meliput bencana dan memberitakan yang benar kepada masyarakat melalu forum komunikasi wartawan ini. 

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas, uga penanggung jawab kegiatan Sutopo Purwo Nugroho mengatakan kegiatan ini memberikan pengetahuan dan pengalaman bencana kepada wartawan, memberikan keterampilan dasar kepada wartawan dalam bentuk teori dan praktek, serta membangun media relation antara Wartawan BNPB dan BPBD. 

“Grup Whatssapp Wartawan Peduli Bencana (WAPENA) Sulawesi Utara sudah dibuat, untuk memudahkan komunikasi dalam menyampaikan informasi bencana. Karena media juga sebagai pengganda penyampaian informasi dari BNPB kepada masyarakat, dengan berita 5W+1H nya” ucap Sutopo.

Drs. Bintang Susmanto,AK,MBA selaku Inspektur Utama BNPB pada saat pembukaan mengatakan potensi bencana sangat besar di sekeliling kita dan wartawan merupakan mitra yang paling strategis untuk BNPB. 

“Media massa memiliki jaringan yang luas dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Sehingga independensi dan edukasi dalam pemberitaan harus dijaga baik oleh rekan-rekan wartawan”ucapnya.

Noldy selaku Kalaksa Provinsi Sulawesi Utara, atas nama Gubernur Sulawesi Utara mengucapkan terima kasih kepada BNPB atas terselenggaranya kegiatan forum komunikasi wartawan. “Apa yang sudah terjalin, kita tingkatkan kedepannya menjadi lebih baik dan bersinergi lebih baik” ucapnya.  

Perwakilan wartawan Voucke Lontaan dari Media Indonesia mengatakan kegiatan ini sangat penting dan baru pertama kali tentang penanggulangan bencana diselenggarakan di Sulawesi Utara. 

“Kami sebagai Jurnalis juga memiliki kebijakan redaksi tersendiri dalam pemberitaan bencana, namun menjadi lebih baik dengan adanya forkom wartawan mampu menyamakan persepsi dalam pemahaman bencana baik secara teori dan praktek” ucapnya.

Kegiatan yang diadakan selama 3 (tiga) hari 11-13 September 2017 ini, meliputi materi teori dan praktek lapangan. 

Teori yang diberikan antara lain manajemen bencana di Indonesia, penanganan bencana di Indonesia, update rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di Sulawesi Utara, potensi bencana dan kerusakan lingkungan hidup di Sulawesi Utara dan jurnalisme bencana.

Sedangkan untuk materi praktek lapangan yang diberikan antara lain adalah pendirian tenda, pendirian dapur umum, water treatment, mobil komunikasi, penggunaan GPS, pertolongan pertama, trauma healing, perahu karet dan evakuasi air.(www.bnpb.go.id/*)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment