Berita Terbaru

Thursday, September 7, 2017

Dugaan pembiaran pasien, Dirut RSUD Kotamobagu dan 1 Dokter kembali diperiksa
by yunita Cantik - 0

Kotamobagu—Penyidik Polres Bolmong kembali memeriksa Direktur Rusmah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotamobagu dr Wahdania Mantang, Kamis (7/9), selama lima jam.
Pemeriksaan terhadap dirut RSUD Kotamobagu diruang penyidik unit III Polres Bolmong, dikarenakan laporan dugaan pembiaran terhadap pasien bernama A A Lawani, yang terjadi pada Kamis (17/8) lalu. Wahdania dicerca dengan sejumlah pertanyaan. Penyidik mengungkapkan, hingga kini pihak rumah sakit belum mampu menunjukan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dimiliki pihak rumah sakit.

Kasat Reskrim Polres BM
AKP Hanny Lukas
Wahdania selesai diperiksa sekitar pykul 19:00 Wita setelah menjalani pemeriksaan dari pukul 14.00 Wita. Selain Dirut RSUD, dr Widya Potabuga juga ikut diperiksa. Menurut Kasat Reskrim Polres Bolmong AKP Hanny Lukas, pemeriksaan kepada dr Widya Potabuga, karena Widya pada saat itu merupakan dokter piket. “Ini baru sebatas pemeriksaan biasa. Kita mintai klarifikasi dulu kepada bersangkutan berdasarkan laporan pihak keluarga” kata Hanny Kamis (7/9).

Pemeriksaan kepada Dirut RSUD Kotamobagu merupakan pemeriksaan kedua. Dimana sebelumnya Wahdania telah menjalani pemeriksaan pada Senin (4/9) tiga hari lalu.
Selain Dirut dan dr Widya, Hanny menegaskan masih akan memanggil para petugas yang bertugas di RSUD Kotamobagu. Mulai dari perawat hingga para dokter dan petugas medis lainya. Mereka yang bertugas pada waktu itu, akan dimintai keterangan. “Pemeriksaan itu guna untuk menggali keterangan,” tegasnya.

Laporan dugaan pembiaran terhadap pasien bernama A A Lawani, terjadi pada Kamis (17/8) bulan lalu. Di mana saat itu, pasien A A Lawani dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IDG) RSUD Kotamobagu karena mengalami serangan jantung. diduga tidak dilayani dengan alasan ruangan full, sehingga mengakibatkan nyawa pasien tidak tertolong lagi ketika hendak di bawa ke Rumah sakit swasta lain di Kotamobagu. Kejadian itu dilaporkan pihak keluarga pada 28 Agustus lalu karena pihak keluarga almarhun A A Lawani merasa keberatan.
Usai diperiksa penyidik, Dirut RSUD dan dr Widya enggan memberikan keterangan. Keduanya langsung meninggalkan Mapolres sekitar pukul 20:00Wita. (mg2).

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment