Berita Terbaru

Wednesday, September 20, 2017

DP3A Minut catat 20 kasus terhadap perempuan anak di Minut
by fadjrin haryanto - 0

Kegiatan sosialisasi pelaksanaan kebijakan perlindungan perempuan dan anak yang dilaksanakan oleh DP3A Minut.(foto:glen/sm)


AIRMADIDI, SMCOM--Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Minut sampai awal bulan September ini bisa dikatakan menurun signifikan jika dibandingkan tahun kemarin. 

Buktinya, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Minut mencatat jika sampai posisi 3 September 2017, Minut baru mengoleksi 20 kasus pada perempuan dan anak atau turun dibandingkan tahun kemarin yang mencapai 81 kasus. 

Hal itu disampaikan Kepala DP3A Minut Ir Jofieta N Supit MSi dalam kegiatan sosialisasi Pelaksanaan Kebijakan Perlindungan Perempuan dan Anak di Minut yang dilaksanakan di aula kantor Bapelitbang Minut, Rabu 20 September 2017.

"Dalam 20 kasus ini terbagi atas 17 kasus kekerasan seksual dan 3 kasus KDRT. Untuk daerah yang mendominasi kasus terjadi di wilayah Kalawat dan Airmadidi," ujar Supit.

Dalam kegiatan ini dibuka oleh Sekda Minut Ir Jemmy Kuhu dengan menghadirkan narasumber Denny Sompie yang juga merupakan salah satu anggota Dekab Minut.

Lanjut dikatakan Supit, yang menjadi kendala saat ini adalah hukuman bagi pelaku. Sebab, hukuman yang diberikan dinilai masih kurang dan tak memiliki efek jera bagi pelaku.

"Hal ini memang sudah pernah kami bahas dengan kementerian terkait waktu acara di Manado lalu. Namun dalam penentuan masalah hukuman itu merupakan hak MPR RI,"  jelas Supit.

Sesuai data yang dipaparkan DP3A Minut, pada tahun 2016, jumlah kekerasan terhadap perempuan dan anak mencapai 81 kasus. 

Adapun perinciannya, untuk Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sebanyak 34 kasus, pelecehan seksual 6 kasus, pelecehan seksual terhadap anak 22 kasus, perdagangan orang 1 kasus, kekerasan terhadap anak 10 kasus dan orang hilang 8 kasus. 

Sementara wilayah terbanyak terjadi kekerasan terhadap perempuan dan anak terjadi di Kecamatan Airmadidi sebanyak 22 kasus, kemudian Kecamatan Kalawat 21 kasus, Kecamatan Kauditan 16 kasus, Kecamatan Dimembe 7 kasus, Kecamatan Kema 5 kasus, Kecamatan Talawaan 4 kasus, Kecamatan Likupang Timur 3 kasus, Kecamatan Likupang Barat 2 kasus dan Kecamatan Likupang Selatan 1 kasus.(lee)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment