Berita Terbaru

Tuesday, September 5, 2017

Dirut RSUD Kotamobagu diperiksa Tipidter Polres Bolmong
by fadjrin haryanto - 0

foto: ist
KOTAMOBAGU ,SMCOM—Tak disangka, Kematian salah satu perwira di Kepolisian Polres Bolmong. Berbuntut kasus dugaan pembiaran yang dilakukan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotamobagu. Senin (4/9) kemarin, Direktur utama (Dirut) RSUD Kotamobagu dr Wahdania Mantang diperiksa oleh Penyidik dari unit tindak pidana tertentu (Tipiter) Polres Bolmong.

Dikabarkan, Wahdani diperiksa terkait laporan pihak keluarga pasien yang mengaku dirugikan oleh pelayanan yang menyebabkan keluarga mereka meninggal saat dilarikan ke rumah sakit pada Kamis (17/8) lalu.

Wahdania datang sekitar pukul 10.00 Wita didampingi salah satu stafnya. Saat tiba di Mapolres, langsung menuju ruangan unit III Tipiter untuk menjalani pemeriksaan. Selama dua jam memberikan keterangan, Wahdania tidak memberikan keterangan kepada wartawan dan langsung bergegas keluar. “Maaf ya, saya lagi minta izin istirahat,” katanya.

Kasat Reskrim Polres Bolmong AKP Hannny Lukas mengatakan, pemanggilan kepada Dirut RSUD Kotamobagu Wahdani Mantang sebagai tindak lanjut dari laporan pihak keluarga pasien. Ia mengatakan, klarifikasi yang diminta seputar dengan dugaan penolakan pasien dalam keadaan koma saat dilarikan ke rumah sakit. “Pemanggilan ini sebagai klarifikasi dulu. Nanti pemanggilan selanjutnya akan kita panggil perawat jaga pada saat kejadian,” kata Hanny.

Hanny menjelaskan, laporan tersebut pihak keluarga pasien mengaku menduga pelayanan di RSUD Kotamobagu tidak sesuai dengan standar. Bahkan bertentangan dengan Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Seperti diberitaan sebelumnya, pihak keluarga pasien merasa dirugikan atas pelayanan RUSD Kotamobagu. dimana, Almarhum Aitpu Aparcin Alman Lawani juga adalah salah satu Kanit di Polres Bolmong, dilarikan pihak keluarga di Instalasi Gawat Darurat (IDG) dalam keadaan koma pada Kamis (17/8) lalu, karena mengalami sakit jantung. 

Saat tiba di RSUD tepatnya di Instalasi Gawar Darurat (IGD), pasien tidak mendapat pelayanan, dengan alasannya ruangan full. Namun upaya pihak keluarga untuk meminta petugas memberikan pertolongan sia-sia dan hanya memberikan rekomendasi agar pasien di rujuk ke rumah sakit lainnya.
 
Pasien anggota Polri yang bertugas di Satuan Jatanras Reskrim Polres Bolmong itu, akhirnya dilarikan ke RSU Monompia. Saat dipasangkan oksigen oleh petugas di rumah sakit tersebut, nyawa Aiptu Alman tidak tertolong dan dinyatakan meninggal.(yede)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment