Berita Terbaru

Thursday, August 10, 2017

Signal Telkomsel di Miangas "ikut pulang" bersama Menkominfo
by fadjrin haryanto - 0

PERESMIAN layanan 4G, RRI dan TVRI di Miangas oleh Menkominfo Rudiantara. (foto: ist)


MELONGUANE, SMCOM - Belum lama diresmikan, layanan jaringan internet cepat generasi ke 4 atau  4G LTE Telkomsel di Miangas, ikut menghilang sepeninggal Menteri Kominfo Rudiantara balik Jakarta. Tidak hanya internet, signal untuk berkomunikasi juga ikut bermasalah. Hal ini tentunya sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat di tapal batas utara NKRI yang membutuhkan peningkatan dan ketersediaan teknologi, informatika dan komunikasi.

Camat Miangas Stevenheiner Maarisit mengatakan, kehadiran 4G di Miangas pada awalnya sangat diapresiasi warga. Namun belakangan  dikeluhkan karena yang terjadi adalah jaringan telekomunikasi dan informasi  via ponsel menjadi sulit. Hal ini berbeda pada kedatangan Menkominfo saat meresmikan  jaringan seluler berkualitas 4G, RRI dan TV Digital TVRI di pulau paling utara nusantara pada 31 Juli lalu , dimana jaringan dan koneksi internetnya sangat baik.

Menurut Maarisit, Tower atau Based Transceiver  System ( BTS) Telkomsel  yang ada juga tidak memenuhi standar dan sudah lapuk, sehingga harus diperbaiki. "Jadi, ketika pak Menteri berangkat dari Pulau Miangas dengan Pesawat, signal juga ikut berangkat dengan Pak Menteri. Harapan masyarakat, agar supaya signal ini secepatnya diperbaiki. Tower yang saat ini berdiri tidak memenuhi standar. Signal pada jarak 200 meter dari tower sudah menjadi jelek dan sulit dihubungi (bekomunikasi- red). Ini bukan masalah 4Gnya, tetapi masalahnya adalah akses telekomunikasi yang sangat kami butuhkan atau jaringannya yang sulit bahkan tidak ada sekembalinya Menkominfo ke Jakarta,"  keluh Maarisit, Kamis (10/8) siang.

Buruknya kondisi telekomunikasi selular di wilayah tersebut turut juga diakui Kepala SMP Negeri 2 Nanusa di Miangas, Fransius Apitalau di Melonguane. "Iya, menteri pe pulang abis peresmian, itu jaringan leh baku iko pulang. Jadi keliatan, pihak PT Telkomsel cuma sekedar menunjukan kondisi yang baik kalau ada pejabat dari pusat. Kalau tidak ada, ya kembali masyarakat harus menjerit-jerit, teriak soal kebutuhan jaringan telekomunikasi ," kata Apitalau.

Diharapkan, permasalahan ini dapat segera diatasi, sehingga membangun dari pinggiran yang menjadi salah satu program Nawacita Presiden Joko Widodo dapat benar-benar terwujud dan menjawab aspirasi kurang lebih 800 masyarakat yang mendiami Pulau terutara Nusantara ini, belum lagi kondisi saat ini, dimana Pulau Miangas jadi pangkalan utama negara mencegah masuknya terorisme yang sudah sekian lama merongrong negara tetangga.(ded)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment