Berita Terbaru

Friday, July 7, 2017

Waspadai ada LSM illegal mulai memeras Kumtua
by fadjrin haryanto - 0

 Ketua LSM Peduli Masyarakat Minahasa Utara (Forpmitra) Husein Tuahuns.


AIRMADIDI, SMCOM—Setiap desa pada tahun ini sudah menerima bantuan anggaran dari pemerintah. Bahkan anggaran yang diberikan pun tidak tanggung-tanggung hingga Rp1 miliar lebih lewat Dana Desa (Dandes) dan Alokasi Dana Khusus (ADD). Sayangnya, dengan banyaknya anggaran yang diterima oleh desa, mulai dijadikan lahan pemerasan oleh sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) abal-abal atau illegal yang bergerilya dengan memeras Hukum Tua (Kumtua) desa. Hal itupun langsung mendapat sorotan dari Ketua LSM Peduli Masyarakat Minahasa Utara (Forpmitra) Husein Tuahuns.

Kepada wartawan, Kamis (6/7) kemarin, Tuahuns sangat menyayangkan tindakan dari LSM-LSM ilegal tersebut. Sebab, dengan tindakan tersebut, itu akan berdampak pada nama baik LSM legal lainnya yang sudah terdaftar di pemerintah daerah. "Nantinya semua LSM akan dicap illegal jika masalah LSM ilegal ini tidak ditindak. Apalagi sebagian besar dari LSM illegal ini hanya mengejar anggaran dana desa dan ADD dengan menakuti kumtua," ujarnya.

Untuk itu, Tuahuns mengharapkan agar Kumtua yang ada di Minut tidak perlu takut berhadapan dengan LSM jika sudah bekerja sudah sesuai tugas dalam pengelolaan keuangan yang benar. Bahkan Kumtua juga diminta berani untuk dapat melaporkan ke aparat kepolisian jika ada yang melakukan pemerasan dengan mengatasnamakan LSM illegal. "Aparat kepolisiaan juga harus tegas bertindak jika mendapatkan laporan dari Kumtua. Bahkan Kumtua juga harus berani melaporkan jika memang ada pemerasan dari LSM illegal," ungkapnya.

Tuahuns pun menyorot SKPD terkait dalam hal ini Kesbangpol Minut yang tidak transparan dalam mensosialisasikan keberadaan LSM legal atau terdaftar kepada masyarakat. "Harusnya Kesbangpol membuat papan pengumuman atau menyurati setiap kantor desa, kelurahan dan kecamatan soal nama-nama LSM yang terdaftar. Dengan begitu, LSM illegal tidak akan berani melakukan pemerasan soal anggaran desa dan ADD," tandas Tuahuns seraya menambahkan jika pihaknya sudah menempatkan anggotanya di setiap kantor Kecamatan untuk memantau setiap gerakan LSM illegal.(gebe)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment