Berita Terbaru

Wednesday, July 26, 2017

Sengketa tanah, Sengke bersaudara masuk meja hijau
by fadjrin haryanto - 0

Nampak penggugat saat menghadiri sidang.(foto: ist)
AIRMADIDI, SMCOM—Pengadilan Negeri Airmadidi Kabupaten Minut melangsungkan sidang pembuktian dalam kasus perkara perdata pada Selasa (25/7) lalu. Pasalnya, James Sangke alias Jems (66) warga Kelurahan Kleak Lingkungan VI Kecamatan Malalayang Manado melakukan gugatan perbuatan melanggar hukum terhadap Mathilda Lalamentik yang dikarenakan telah melakukan pembelian tanah tanpa sepengetahuan ahli waris.

Sementara itu, James Sangke selaku pengugat saat dimintai keterangan mengatakan bahwa dirinya bersama adik kandung tidak tahu menahu kalau tanah 38.000 meter tersebut sudah dijual oleh kakak kandung korban. "Tanah itu adalah tanah waris, jadi sesuai tentang hukum waris, seorang tidak bisa melakukan penjualan barang bergerak dan tidak bergerak dalam hal ini tanah tanpa seijin dan sepengetahuan ahli waris lainnya," kata Jems.

Diketahui, Jan Sengke atau ayah penggugat telah melangsungkan perkawinan dengan Winuni Dompas. Dalam perkawinan tersebut telah memperoleh 3 orang anak laki-laki yakni Yedid Sengke atau tergugat II, James Sengke Penggugat dan Jusak Sengke. "Bahwa selama hidup ibu kami Winuni Dompas mendapatkan pemberian tanah dari Paul Dompas dan Mathilda (oma dan opa,red) dan langsung dibuat sertifikat atas nama Winuni Dompas, dimana salah satunya adalah kebun kelapa di wilayah kepolisian Desa Karengesan, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara," terang Jems.

Lanjutnya waktu pemilik sertifikat meninggal dunia pada 13 Desember 2000, meninggalkan ahli waris yakni Jan Sengke selaku suami Yedid Sengke atau tergugat II  James Sengke Penggugat dan Jusak Sengke. "Ayah saya meninggal pada 19 Januari tahun 2005. Sejak meninggalnya ayah dan ibu kami, maka tanah sengketa tersebut dipelihara dan dirawat secara bergantian oleh kami bertiga (kakak adik,red). Pada 2016, saya kaget kalau tanah tersebut yang sejak 2007 PBB-nya saya yang bayar telah dijual dan dialihkan kepada orang lain," ujarnya.

Sejak diketahui tanah tersebut sudah dijual dan dialihkan kepada orang lain, pada 22 Agustus 2016, Jems Sengke langsung mendatangi tergugat IV yakni Kantor Pertanahan Kabupaten Minut untuk mendapatkan kebenaran. "Betapa kagetnya saya ternyata tanpa sepengetahuan saya atau penggugat bernama ahli waris lainnya atau adik saya, objek sengketa yang dahulunya sertifikat hak milik atas nama ibu kami Charlota Dompas sudah menjadi nama orang lain yang tanpa sepengetahuan saya dan adik saya telah dijual oleh ayah dan kakak saya kepada kepada tergugat dan telah menerbitkan Akta Jual Beli (AJB) nomor 17.JB/KRG/KDN/III-2003 tertanggal 10 Maret 2003 dengan persetujuan kakak saya," terang Jems.(lee)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment