Berita Terbaru

Sunday, July 9, 2017

Penertiban pedagang Bersehati sukses
by fadjrin haryanto - 0

 TAMPAK Dirum PD Pasar Hendra Zoenardjy saat memberikan penjelasan kepada pedagang kelompok 14 yang melakukan protes



MANADO,SMCOM—Rencana penertiban pedagang Bawang, rica, tomat (Barito) yang dijadwalkan Jumat (7/7) pekan kemarin, berjalan sukses, meski sempat terjadi ketegangan antara penertib dan para pedagang.  Dimana dari pihak pedagang mengklaim bahwa penertiban tersebut dilakukan sepihak dan penuh paksaan. Salah satu pedagang bernama Ati mengatakan, pihaknya sangat merasa keberatan dengan tindakan penertiban tersebut. Sebab, mereka sudah membayar Rp6 juta dalam perjanjian kontrak dengan pihak PD Pasar yang diketahui oleh Direktur Operasional Didi Syafii.

“Kami meminta Direktur Operasional Didi Syafii dihadirkan dalam penertiban ini. Kami ingin berbicara dengan yang bersangkutan, sebab kami sudah membayar tempat untuk dipergunakan dalam berdagang. Tidak hanya itu, Direktur Utama Fery Keintjem juga harus bertanggung jawab. Karena sesuai pembicaraan dengan Walikota Manado GS Vicky Lumentut, bukan penertiban tapi penataan yang harus dilakukan,” ucap Ati ketika menolak ditertibkan.

Sementara itu, Direktur Umum (Dirum) PD Pasar Kota Manado Hendra Zoenardjy (Henzoe) yang memimpin langsung operasi penertiban itu, menegaskan penertiban harus dijalankan. “Kami sudah memberikan kesempatan kepada pedagang dari bulan Mei lalu untuk diadakan pertemuan, namun disepelekan pedagang. Padahal, kami sudah mengundang sebanyak 8 kali pertemuan, namun saja tidak dihargai. Sebab itu, penertiban kepada pedagang yang tidak sesuai rencana penataan harus dilakukan tanpa ada negosiasi apapun, apalagi ditunda,” tegas Dirum Henzoe.
Tambah Henzoe, pedagang yang ditertibkan bukan diusir, tapi ditata lokasi berjualannya ditempat yang sudah disediakan, yaitu hanggar yang baru dibangun. Karena, lokasi yang ditertibkan sekarang masuk dalam rencana penataan yang bakal digunakan para penjual kue.

BAKAR LAPAK

Penertiban pasar Bersehati kepada pedagang Barito, Jumat (7/7) pekan kemarin sempat menegangkan. Pasalnya, pedagang yang tidak terima dagangannya ditertibkan, sempat membakar pasar. Aksi itu terlihat ketika salah satu pedagang menyiramkan minyak tanah ke lapak dagangannya dan papan dagangan, kemudian membakar koran dan api menyebar hingga ke bagian kayu yang sudah terserap minyak tanah. Ain Daud, oknum pedagang yang membakar pasar mengatakan, sangat kecewa dengan sikap penertiban tersebut. Sebab, skornya dibesarkan dari hasil berjualan di lokasi tersebut tanpa ada rencana penertiban dari belasan tahun yang lalu. Namun kenapa sekarang ini baru dilaksanakan penertiban, apalagi dalam hal membayar retribusi tidak pernah terlambat.
“Kami tidak melanggar pembayaran retribusi, lalu kenapa ditertibkan?. Sejak kecil hingga sekarang saya dibesarkan oleh hasil dagangan Barito, dan sangat tidak terima dengan tindakan penertiban. Lebih baik pasar dibakar, daripada harus kehilangan tempat berjualan,” ungkap Ain Daud saat membakar pasar.

Sambungnya, terlalu lama jika ditertibkan dan petugas masih mengangkat dagangan serta membuka meja alas. Lebih mudah jika dilenyapkan saja dengan dibakar biar tidak rumit. Dan jika tidak terima dengan aksi pembakaran, silahkan kalian bunuh saya. “Kalo ngoni nyanda senang kita ada bakar pasar, mari jo baku tikam. Kalo pun mo ruju pa kita, silahkan. Kita kecewa, itu saja,” tukas Ain Daud. Tak lama berselang, Ain langsung diamankan kepolisian Polresta Manado, untuk diberi pembinaan. Sementara, Kabag Umum PD Pasar Kota Manado Hentje Lumentut menegaskan, sesuai instruksi pimpinan, tidak ada penundaan penertiban. Tetap dilaksanakan, karena sudah memberi waktu dua hari untuk menertibkan sendiri barang dagangan.  “Tidak ada penundaan, penertiban sesuai rencana tegas harus dilaksanakan. Karena kami sudah menyurat hingga kedelapan kali, tapi disepelekan pedagang. Sehingga, penertiban tidak lagi ditunda, dan harus dilaksanakan,” terang Lumentut.

CATUT NAMA WALIKOTA

Meski sudah melalui proses yang panjang mulai dari surat penyampaian, negosiasi dan sampai pada surat peringatan, para pedagang tetap bersikukuh untuk tetap menggunakan lahan tersebut yang menjadi bagian dari penataan program Pemkot Manado menuju pasar yang lebih baik. Alasan para pedagang menolak relokasi karena sudah menerima arahan oleh Walikota Manado GS Vicky Lumentut melalui Dir Ops Didie Syafei seperti yang disampaikan oleh Ardian Noho.
Namun hal tersebut dibantah keras oleh Dirum PD Pasar Kota Manado Henzoe. Menurut Henzoe jajaran direksi sebelumnya sudah mengadakan pertemuan bersama Walikota Manado saat berada di kediamannya di puncak Malalayang dan Walikota mempersilahkan sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Kalian jangan bawa bawa nama Walikota dengan menyatakan tidak boleh ada penataan. Itu tidak benar karena kami sudah mengadakan rapat dengan pak Walikota dan beliau mempersilahkan sesuai dengan aturan yang ada, termasuk sosialisasi yang sudah berulang ulang serta undangan bagi pedagang untuk duduk berdiskusi bersama," beber Henzoe.  Meski ada keributan kecil, namun bisa diantisipasi oleh aparat kepolisian dan TNI (Koramil) yang ikut membantu mengamankan proses penertiban.

PENERTIBAN KELOMPOK 8

PD Pasar Manado terus melakukan penataan guna membuat Pasar tradisional di Kota Manado menjadi lebih baik. Kali ini sebagian pedagang pasar bersehati yang menamai diri mereka kelompok 8 berkomitmen menandatangani surat perjanjian untuk membongkar lapak mereka sendiri tanpa paksaan, Sabtu (8/7) pekan kemarin.
 
NAMPAK para pedagang kelompok 8 yang dibantu penertib PD pasar sedang menata kembali dagangannya untuk dipindahkan ke hanggar baru.

Padahal, sehari sebelumnya pedagang pasar bersehati yang menamai diri kelompok 14 melakukan perlawanan disaaat PD Pasar melakukan penataan, tetapi berhasil ditata dengan damai.


SURAT pernyataan dari pedagang kelompok 8

Dirum PD Pasar Manado Hendra Zoenardjy ketika dikonfirmasi mengatakan, pedagang kelompok 8 sudah datang ke kantor siang tadi (Sabtu,red). “Mereka berkomitmen membongkar sendiri lapaknya sore ini. Kita berikan waktu hingga pukul 18.00 Wita,” jelas Henzoe, Sabtu (8/7) siang.
Menurut Henzoe, selama ini pihak PD Pasar selalu mengutamakan cara persuasif dan tetap menghormati pedagang. “Bagi pedagang yang kooperatif dan berkomitmen, kita hormati,” ungkap Henzoe.(efha)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment