Berita Terbaru

Wednesday, July 12, 2017

Menggali sejarah Manado, GSVL harap hasil FGD dapat menjadi referensi
by fadjrin haryanto - 0

WALIKOTA Manado GSVL saat membuka kegiatan FGD dengan mengangkat tema “Masa Lalunya Manado Masa Kini” yang digelar Bapelitbang Manado.(foto: boyz/sk)


TIKALA, SMCOM—Perkembangan Kota Manado saat ini terlihat menjadi sangat luar biasa. Mulai dari pembangunan dan segi infrastruktur semakin menunjukan jati diri Kota Manado di Indonesia. Namun demikian, dari segi perkembangan tersebut, tentu masih banyak masyarakat Kota Manado yang belum mengetahui bagaimana Kota Manado di masa lalu. Terkait masa lalu Kota Manado tersebut, memang kerap menjadi pembicaraan sejumlah akademisi, budayawan, guru-guru besar dan pemerhati perkembangan daerah lainnya dengan pendapat yang tentu berbeda-beda namun tidak jauh dari jati diri Kota Manado.

Untuk itu, agar hal tersebut bisa dijadikan salah satu pegangan terkait sejarah dan masa lalu Manado, Selasa (11/7) kemarin, Bapelitbang Kota Manado menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Sejarah dan Budaya Manado dengan tema “Masa Lalunya Manado Masa Kini”. Sebagai tuan rumah pelaksana, Kepala Bapelitbang Manado DR Liny Tambajong mengatakan dalam laporannya dihadapan Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA (GSVL) dalam kegiatan FGD tersebut turut dihadiri berbagai suku seperti Tionghoa, Bantik, Borgo, Bugid, Banjar, Minahasa, Gorontalo, Arab, Sangihe, dan suku lainnya yang ada di Manado.

“Manado memiliki berbagai macam suku yang ada saat ini dan sejak dulu yang sudah menjadi sejarah baik itu dari aspek religius maupun lainnya yang di jabarkan para budayawan. Tujuan dari kegiatan ini, sekaligus menggali benang merah asal sejarah Kota Manado dengan melibatkan semua pemerhati budaya, pemerintah, pers dan para tokoh agama,” beber Tambajong. Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA (GSVL) saat membuka kegiatan menyampaikan terima kasih bagi para nara sumber yang sudah hadir. Menurut Walikota GSVL, kegiatan FGD sangat penting untuk mengetahui masa lalu Manado dan perkembangannya hingga saat ini.

“Kita terus bekerjasama dengan berbagai elemen dan guru besar untuk memberikan masukan terkait masa lalu Manado dan terkini termasuk dari sisi yang lain. Informasi yang berkembang inilah yang kita kumpulkan terkait menemukan titik utama mendapatkan informasi tentang masa lalunya Manado dan saat ini, kita butuh rujukan dari pandangan akademis dan lainnya, agar bisa dibukakan tentang Manado. Saya berharap hasil FGD ini bisa mendapatkan info atau referensi yang bisa dipublikasikan nantinya pada orang banyak dan juga dimasukkan dalam museum agar kedepan Manado akan semakin menarik untuk dikunjungi,” tandas Walikota GSVL.

Dari sekian pemateri yang dihadiri, dua diantaranya yakni Sejarahwan dan Antropologi Drs Alex John Ulaen DEA serta Etnomusikologi Prof Perry Rumengan berbeda penyampaian. Dimana Drs Alex John Ulaen DEA mengungkapkan ketersediaan dokumen menjadi salah satu masalah dalam menentukan bagaimana Manado di Indonesia, sehingga saya mempelajari dokumen luar negeri yang ada mengangkat tentang Manado.

“Tanpa dokumen berarti tidak ada sejarah. Saya banyak menelusuri jejak-jejak Kota Manado di negara-negara asing, termasuk dalam kartografi atau peta-peta. Dimana dalam dokumen Belanda, sebagai bandar niaga, kemudian menjadi ibukota keresidenan  Manado, termasuk tentang pengabaran injil, sedangkan di Jepang, banyak tersimpan di Museum Etnologi Osaka tentang laporan pra pendudukan dan masa pendudukan,” ucap Ulaen.

Sementara itu Etnomusikologi Prof Perry Rumengan mengatakan untuk mengetahui sejarah Kota Manado bisa dari ilmu musik atau lagu daerah yang ada. “Musik atau lagu adalah sesuatu yang jujur. Saya mengatakan, Minahasa tidak mempunyai raja itu dapat tergambar melalui musik yang nadanya setara artinya semua derajat strata. Fenomena seperti ini banyak yang tidak melihat sesuatu tersembunyi tentang sejarah Manado,” tutur Rumengan.(eres)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment