Berita Terbaru

Tuesday, July 11, 2017

Keintjem: Bukanlah tiba saat tiba akal
by fadjrin haryanto - 0

Dirut PD Pasar (ketiga dari kiri) saat menggelar konferensi Pers.


MANADO, SMCOMSenin (10/7) kemarin PD Pasar Manado menggelar konferensi Pers  terkait penataan pedagang Bawang, rica, tomat (Barito) yang digelar Jumat pekan lalu. Dalam  sambutannya, Direktur Utama PD Pasar Manado Alfrets Feri Keintjem bersama mengapresiasi kinerja para karyawannya yang telah bekerja secara optimal dan  berterima kasih kepada para pedagang yang sudah mau bekerja sama dengan PD Pasar terkait penertiban kemarin. dalam konpers yang di gelar di lantai 4 kantor PD Pasar itu, Keinjtem menyoroti pascapenataan di Pasar Bersehati yang dilakukan insitusinya 3 hari yang lalu  terlebih penataan kelompok 14 dan kelompok 8. 

Penataan ini menurut  Keintjem, bukanlah tiba saat tiba akal akan tetapi untuk membuat pasar lebih baik, nyaman, bersih dan aman.   Semua ini tak lepas dalam rangka menunjang program Pemerintah Kota Manado, serta untuk meningkatkan pengelolaan PD Pasar Kota Manado khususnya pemanfaatan  area di Pasar Bersehati. Maka PD Pasar Kota Manado mengadakan penataan serta penertiban lokasi berjualan di kelompok 8 dan 14 untuk selanjutnya direlokasi ke  hanggar yang baru yang telah diserahkan kepada PD Pasar untuk pengelolaannya.
"Di pasar itu bukan  hanya ada kepentingan pedagang tetapi juga ada kepentingan dari orang lain sehingga kami sebagai PD pasar yg diberikan kewenangan untuk  mengatur menata dan mengelola seluruh pasar tradisional termasuk Shopping center, jln Lembong, jln Nusantara mau tidak mau harus taat dan melaksanakan aturan  itu," Keintjem juga menambahkan, sejak awal tahun ini pihaknya berkomitmen untuk melakukan penataan, dan itu sudah lakukan terhitung sejak 1 Februari. 

"Kami sudah  sosialisasikan sejak tahun 2016 termasuk juga dengan penataan kendaraan-kendaraan yang berjualan buah yang ada di dua jalur.ada 38 mobil yang  sudah sekian tahun berjualan di  wilayah PD Pasar yakni di jalan Nusantara namun dengan pendekatankami di jajaran direksi dan kabag untuk menjelaskan kepada  mereka secara lisan maupun tulisan, pada akhirnya dengan sukarela mereka pun mau direlokasi.

"Begitu pun saat kami Melakukan penaataan di bulan Januari saya bersama dirum, Kabag dan beberapa koordinator turun langsung melakukan penataan, Setiap hari  pihak kami harus menertibkan 258 pedagang mulai dari masuk pos parkir sampai ATM BRI berarti ada 296. Tapi kenapa saat kami melakukan penataan itu, tak ada  keributan?

kami melakukan itu secara persuasif dan administratif lengkap, ada pemberitahuan, maksud dan tujuan ada pendekatan secara personal, kelompok, ketika ada  panggilan mereka hadir, sehingga penataan tetap berlanjut sampai pada hari Jumat kemarin. Dan perlu diketahui kelompok 14 sejak tahun 2015 sudah tidak pernah  membayar dan ada bukti surat pernyataannya.

Dihadapan puluhan wartawan, keintjem mengakui akibat dari penataan tersebut respon positif dari masyarakat pun berdatangan."masyarakat yang tinggal di daerah  utara yang kesehariannya menggunakan angkutan mikrolet, memberikan apresiasi tentang penaataan ini.Karena apa? Karena biasanya mereka melewati jalan itu  hampir setengah jam, kini tak lebih dari 15 menit. Ini berarti ada produktivitas dalam penggunaan waktu yang lebih baik itu dari aspek masyarakat pengguna  jalan yang di dua jalur tersebut,"Ujar Keintjem.

KRONOLOGI

Perlu diketahui kronologi penataan serta penertiban yang dilakukan PD Pasar Manado muali dari para pedagang kelompok 8 yang tadinya berjualan menggunakan  "sosiru" kemudian direksi meberikan temapt berjualan  di hanggar pasar percontohan, akan tetapi mereka berpindah di tempat terlarng yakni di jalan trotoar  depan pedagang buah.sementara para pedagang kelompok 14 adalah pindahan dari lokasi pembangunan kios koperasi pasar, dipindahkan di depan tembok pagar  pelelangan ikan. Sebagian pedagang kelompok 8 memiliki kontrak yang masih berlaku, sementara yang lain tidak memiliki kontrak. Kelompok 14 tak lagi  menunaikan kewajiban membayar izin lahan sejak tahun 2015. Sehubungan dengan kewajiban yang belum dituntaskan dan rencana penataan lokasi tersebut, maka  pedagang ini diminta untuk menyelesaikan.

Pada 14 Desember 2016 para pedagang kelompok 14 mengajukan permohonan sehbungan dengan kelalain mereka yang tak membayar izin lahan sejak tahun 2015, mereka  bermohon dapat berjualan lagi dan akan membayar biaya sewa lahan dan bukan lagi izin lahan serta bersedia membayar iuran harian pasar dan iuran kebersihan.  Selain itu mereka juga (kelompok 14) bermohon kepada Dirut untuk menggunakan lahan di pasar Bersehati dan meminta iurran kontrak pemakaian tempat usaha  sesuai Perdi Nomor 1 tahun 2016 yang tercantum Rp700.000,-/meter/tahun dapat dikurangi menjadi Rp.500.000,-/meter/tahun. Pada kesempata itu, Dirut  menyampaikan rencana perbaikan, penataan dan penertiban lokasi tersebut. Pada Januari 2017 di sekitar lokasi kelompok 14 terjadi kebakaran yang mengakibatkan  sebagian lokasi tersebut terkena dampak.

Kemudian Direksi PD Pasar telah 2 kali melayangkan surat undangan pertemuan untuk mebicarakan rencana pemindahan pedagang ke hanggar baru yang telah selesai  dibangun pada tanggal 3 Mai 2017 dan 17 Mei 2017 (surat terlampir). telah diadakan rapat bersama antara direksi dan pedagang kelompok 8 dan 14 pada Hari  sabtu 20 Mei 2017 yang membahas tentang rencana penataan di Pasar bersehati. Lagi PD Pasar melayangkan surat undangan pertemuan sebanyak 3 kali untuk membicarakan rencana penataan sekaligus dengan pencabutan undian tempat berjualan  masing-masing tanggal 29 mei 2017, 16 juni 2017 dan 20 Juni 2017. 

Menindaklanjuti kelima surat tersebut, Direksi telah mengirimkan surat kepada pedagang  kelompok 8 dan 14 pada tanggal  27 Juni 2017 agar secara sukarela mengosongkan lokasi tempat tersebut karena akan dilakukan penataan dengan batas waktu yang  diberikan sampai dengan tanggal 5 Juli 2017. Selanjutnya pada hari Senin tanggal 3 Juli 2017 jajaran direksi dan Kabag mengadakan rapat persiapan rencana  penataan dan penertiban pedagang di kelompok 8 dan 14. Kemudian pada Selasa 4 juli 2017 kembali dilakukan rapat direksi dan kabag untun mematangkan rencana  penataan dan penertiban pedagang kelompok 8 dan 14. Tanggal 4 juli 2017 puku 11.00 WITA diadakan pertemuan banwas dan jajaran direksi dan Kabag PD Pasar kota  Manado bersama Walikota Manado dengan agenda antara lain evaluasi dan rencana penataan dan penertiban di pasar Tradisional.

Selanjutnya penataan dan penertiban yang direncanakan tanggal 5 Juli 2017 kemudian ditunda karena pihak PD Pasar masih meberikan tambahan waktu kepada  pedagang kelompok 8 dan 14 sampai 6Juloi 2017 kemudian disusul dengan surat tertanggal 6 Juli 2017 dengan memberikan tambahan bawats waktu sampai 7 juli 2017  pukul 14.00 WITA. Rencana penataan ini juga disampaikan kepada Kapolresta Manado sekaligus meminta bantuan personil pengamana lewat surat tanggal 6 Juli 2017 (surat dan tanda  terima yang ditandatangani oleh Briptu Ni Komang Karmisi)

Banwas PD Pasar Manado mengirimkan surat kepada Dirut pada tanggal 7 juli 2017 perihal pemberitahuan yang pada intinya meminta untuk menunda rencana penataan  dan penertiban pedagang di kelompok 8 dan 14. Selanjutnya tanggal 7 Juli 2017 Dirut langsung membalas dan memberikan tanggapan terhadap surat banwas tersebut  yang pada intinya memberitahukan  bahwa rencana penataan dan penertiban pedagang kelompok 8 dan 14 telah melewati proses muali dari undangan pertemuan dan  pemberitahuan pengosongan dengan sukarela di lokasi tersebut serta telah mempertimbangkan berbagai aspek diantaranya resiko kecelakaan yang dapat terjadi yaitu ambruk dan roboh yang dapat membahayakan baik pedagang amupun pengunjung/pembeli.

Pada tanggal 7 juli 2017 pukul 15.00 WITA penataan dan penertiban dipimpin oleh Dirum Bapak Hendra Novrianto S, Spd dan diawali dari lokasi kelompok 14. Sementara melakukan penataan dan penertiban, pedagang berekasi dengan usaha menghalangi penertib dengan menyemprotkan cairan ke arah petugas penertib.

Ditengah upaya penataan dan penertiban pedagang kelompok 14, Syahbudin Ardin Noho berusaha mencegat dan mulai memprovokasi para pedagang. kemudian para pedagang mulai terprovokasi di muali dari pembakarann lapak yang diduga dilakukan oleh anak dari pedagang atas nama Raka Daud. Ardin berusaha meminta membatalkan penataan dan penertiban tersebut, kemudian ia bermohon agar dapat berdiskusi dulu dengan PD Pasar untuk mencari solusi.

Dirum menugaskan Kabg Umum, Kabag Penertiban, dan kabag retribusi untuk menerima perwakilan pedagang di kantor Unit Pasar Bersehati. Wal diskusi para Kabag menyampaikan dasar-dasar penataan dan penertiban dengan memperlihatkan 8 bukti surat-menturat yang ditujukan kepda pedagang perihal rencana tersebut. Selanjutnya para Kabag menjelskan bahwa mereka tidak memiliki wewenang untuk membatalkan penataan dan penertiban yang sedang berlangsung. Ardin bersikeras memohon untuk membatalkannya.

Sekitar pukul 19.30 WITA hari Jumat 7 Juli 2017 penataan dan penertiban telah selesai dilakukan di kelompok 14. Rencana dan penertiban khususnya di kelompok 8 akan dilanjutkan pada hari Sabtu 8 Juli 2017. Sebelum mengawali penataan dan penertiban di kelompok 8 pada Sabtu 8 Juli 2017, para pedagang di kelompok 8 menyatakan kesediaan untuk membongkar sendiri dengan sukarela bangunan yang ada dan bersedia untuk direlokasi di hanggar yang baru. Mereka mendatangi kantor Unit dan membuat surat pernyataan yang ditandatangani di atas materai, merteka meinta untuk memberi waktu sampai pukul 18.00 WITA. dengan disaksikan oleh pihak PD Pasar Kota Manado, para pedagang mulai membongkar sendiri bangunan dan jualan pada pukul 18.00 WITA.
 
Dirum PD Pasar Manado Hendra Zoenardjy ketika dikonfirmasi mengatakan, pedagang kelompok 8 sudah datang ke kantor siang tadi (Sabtu,red). “Mereka berkomitmen membongkar sendiri lapaknya sore ini. Kita berikan waktu hingga pukul 18.00 Wita,” jelas Henzoe, Sabtu (8/7) siang.
Menurut Henzoe, selama ini pihak PD Pasar selalu mengutamakan cara persuasif dan tetap menghormati pedagang. “Bagi pedagang yang kooperatif dan berkomitmen, kita hormati,” ungkap Henzoe.(efha/*)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment