Berita Terbaru

Tuesday, July 4, 2017

Kapolda didesak usut korupsi pengadaan air bersih Minsel
by fadjrin haryanto - 0

Kapolda Sulut Irjen Pol Bambang Waskito.

MANADO, SMCOM—Berkas perkara kasus dugaan korupsi proyek pengadaan air bersih di Desa Pinaling, Kecamatan Amurang Minsel diduga mengendap. Desakan agar pihak Polda Sulut mengusut tuntas kasus mega korupsi yang menyerap anggaran Rp5 miliar itu ikut digaungkan Pelopor Angkatan Muda Indonesia (PAMI) Perjuangan Sulut melalui Ketua Jeffrey Sorongan.

“Kami desak Polda Sulut tuntaskan kasus ini. Kasus yang telah dilaporkan sejak tahun 2016 itu, masih mengendap. Sampai saat ini, Polda juga belum kunjung melakukan pemeriksaan terhadap para saksi-saksi terkait kasus itu. Untuk itu PAMI Perjuangan mendesak Polda Sulut menindak lanjuti laporan itu. Jangan diamkan, apalagi dihentikan. Karena kami akan mengawal perkembangan setiap penyelidikannya,” tegas Sorongan, kepada sejumlah wartawan, Senin (3/7) kemarin.

Sementara itu, Kapolda Sulut Irjen Pol Bambang Waskito, ketika dikonfirmasi melalui Kabid Humas Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, jika dirinya belum mengetahui secara rinci soal perkembangan kasus tersebut. “Dimohon bersabar ya rekan-rekan. Saya masih akan mengecek sejauh mana perkembangan kasus itu,” pungkasnya. Dari informasi yang diperoleh, merebaknya kasus dugaan korupsi itu, setelah Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Sulut melayangkan laporannya ke Polda Sulut. Dalam laporan itu, LCKI beberkan kalau dana pada proyek penyediaan air bersih yang menyerap Rp5 miliar diduga disunat.

Pasalnya, hingga saat ini, masyarakat sekitar tidak pernah merasakan manfaat proyek yang dikucurkan Kementrian Republik Indonesia melalui Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulut. Selain tidak merasakan manfaat dari proyek tersebut, bangunan Bak Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) yang dibangun kontraktor terkesan berbahaya. “Dimana, bangunan tersebut ber-ada diatas tebing. Sedang dibawah bangunan, terdapat puluhan rumah. Dalam hal ini, pihak Dinas PU hanya asal-asalan dalam mengkaji penye-diaan lokasi, karena tidak memper-hitungkan masalah keselamatan masyarakat. Selain dapat berakibat fatal, kami juga menemukan beberapa kejang-galan, diantaranya bak yang mena-pung 400m3 air, ketebalannya hanya 11cm. Itu juga patut dijurigai,” beber Ketua LCKI Vicktor Lolowang.

Demi mencegah dan memberantas semakin meluasnya aksi pidana korupsi di Nyiur Melambai, LCKI Sulut kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polda Sulut. Dan me-minta agar kasus ini dapat ditindak lanjuti, dengan melakukan penye-lidikan sebagaimana aturan hukum yang berlaku. Diketahui pula, pro-yek tersebut dikerjakan PT Citra Murni pada tahun 2013, dengan menggunakan dana Anggaran Pen-dapatan Belanja Negara (APBN).(erel)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment