Berita Terbaru

Monday, July 31, 2017

Dukung keberanian Yasti, Ratusan masyarakat Bolmong Gelar aksi damai
by fadjrin haryanto - 0

Ribuan warga dengan kendaraan dan alat pengeras suara menyampaikan aspirasi di depan aparat hukum yang bertugas dan masyarakat setempat.(foto: yun)

LOLAK, SMCOM—Ratusan Masyarakat se-Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) tumpah ruah di simpang tiga jalan masuk ke Kantor Bupati Bolmong, sejak pukul 14.25 wita, Senin (31/7) siang tadi. Ribuan masa tersebut mengelar aksi damai pasca penetapan tersangka Bupati Bolmong Dra Hj Yasti Soepredjo Mokoagow, oleh Kepolisian daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut).  Massa bergerak dari berbagai arah, yakni Kecamatan Dumoga bersatu, Poigar, Lolayan, Passi-Bilalang, Bolaang, Lolak dan Sangtombolang.


(foto: yun)

 Aksi damai dimulai dengan orasi dari sejumlah orator diantaranya, Amri Modeong, Yunita Mohune, Sas Bonuot, dan Ali Algaus. masing-masing menyampaikan aspirasi mereka terkait penetapan tersangka Bupati Bolmong atas keberanian Bupati melakukan penertiban di Perusahaan semen PT Conch di Desa Solog pada tanggal 5 Maret 2017 kemarin, yang sudah berani membangun tanpa bisa menunjukan dokumen atau ijin resmi yang diminta Pemkab Bolmong sebelumnya.

Dalam petisi yang dibacakan Koordinator Lapangan aksi damai, Hamri Mokoagow, bahwa mereka menilai, Polda terlalu terburu-buru menjadikan Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagwo sebagai tersangka atas penertiban atau kerusakan yang terjadi di PT Conch saat sidak bersama sejumlah anggota Dekab Bolmong Maret kemarin. “Jadi kami minta Polda tinjau lagi penetapan tersangka kepada Bupati kami. ingat, Bupati adalah hukum tertinggi didaerah adat Bolaang Mongondow, Yasti adalah harga Mati,” kata Hamri.


(foto: yun)

 Sambil berorasi, Hamri juga meminta agar aparat hukum yang tengah bertugas dalam pengamanan aksi damai siang tadi, untuk bisa memberikan ruang nyaman bagi masyarakat peserta aksi. “Ini bukan aksi yang terakhir, karena kami akan lakukan aksi yang lebih besar lagi untuk menegakkan aturan di daerah totabuan ini. usir penjajah dan bebaskan Bupati dari jerat hukum. Jangan kriminalisasi Bupati kami,” tandasnya.

Zainal Mokoagow, salah satu tokoh Masyarakat Dumoga mengatakan jika apa yang dilakukan Bupati Yasti adalah hal yang mulia dan patut mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat. “Ini adalah bukti bahwa pimpinan daerah memikirkan hak rakyatnya. Jika kemarin-kemarin hal ini tidak pernah dilakukan pimpinan sebelumnya. Maka sudah harus kami berada disini untuk mendukung Bupati dalam kebijakan dan keberaniannya menjunjung tanah adat Totabuan,” ujar Mantan Sangadi Desa Doloduo ini.

Massa aksi pun membubarkan diri dengan tertib tepat pukul 16.30 wita melewati Desa Solog dimana bangunan PT Conch Berdiri saat ini. Karena begitu panjang dan padatnya kendaraan peserta aksi, hingga membuat jalan trans Sulawesi lumpuh hingga menjelang Maghrib atau pukul 18.00 wita. (yun)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment