Berita Terbaru

Friday, July 7, 2017

Antisipasi ISIS, TNI-Polri minta masyarakat bersinergi
by fadjrin haryanto - 0

Para anggota TNI-POLRI yang melakukan patroli di perairan Talaud beberapa waktu lalu.



MELONGUANE, SMCOM—Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Melonguane Letkol (Mar) Moh Maftukin mengatakan, pihak TNI telah mengantisipasi kegiatan terorisme ISIS yang berhubungan dengan teroris di Negara Philipina. Sebelum pemberlakuan darurat militer di Pulau Marawi, pihak TNI telah mengantisipasi hal tersebut dengan beberapa operasi tertutup dan menempatkan sejumlah personil intelijen di wilayah perbatasan NKRI dengan Filipina sebagai negara tetangga yang diusik teroris. 

"Intinya kita tetap mengantisipasi hal tersebut. Di sejumlah titik telah kita tempat personil rahasia. Jika ada orang, kelompok atau aktivitas mencurigakan akan kami tindak. Kita memback up tugas kepolisian, karena sifat TNI adalah BKO polisi. Sejumlah pelabuhan tikus atau pos yang rawan disusupi juga kami awasi. Pihak bandara dan syahbandar juga terus berkoordinasi dengan kami.Di Talaud sudah banyak tim intelijen TNI yang turun tapi tidak kami publikasikan atau tertutup, hanya kita yang tahu. Ini juga menindaklanjuti statement Panglima TNI 6 bulan yang lalu, bahwa Filipina adalah basis ISIS di Asia Tenggara," tukas Maftukin, belum lama ini.

Ditambahkan Maftukin, patroli laut dari sejumlah KRI di perairan perbatasan juga intensif dilakukan. Penempatan personil intelijen juga tetap dirahasiakan guna mencegah kebocoran informasi dan prosedur lainnya. TNI-Polri mengimbau kepada masyarakat dan semua pihak untuk waspada dan dapat bersinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Aparat penegak hukum juga senantiasa siap siaga dalam tugas dan tanggung jawabnya.

Sebelumnya, Kapolres Talaud AKBP Hendra Sukaca melalui Kasubag Humas Iptu Stenly Sarempa kepada wartawan menyampaikan, sebagai informasi bahwa Presiden Philipina telah memberlakukan Darurat Militer di Kota Marawi wilayah Kepulauan Mindanao Philipina, yang berbatasan langsung dengan Pulau Marore , Kabupaten Kepulauan Sangihe (berjarak 7 jam) sedangkan untuk Pulau Miangas berjarak11 jam  ke Kepulauan yang dikuasai oleh MLIF (MORO LIBERAL. ISLAMIC FRONT) dan 8 Jam menuju Kota Melonguane. Berdasarkan fakta di lapangan, Kolompok jaringan Teroris yang tergabung Abu Sayyaf, MLIF, Teroris Mindanao sudah berafiliasi dgn ISIS dan rencana membangun kekuatan di Asia Tenggara, dengan tujuan Kota Kepulauan Marawi sebagai basisnya. 

Dengan dilakukannya operasi Militer besar besaran oleh Pemerintah Philipina, saat ini Pulau Marawi sudah terkepung, dan ada kemungkinan anggota kelompok teroris ini mempersiapkan diri untuk melarikan diri, dimana jalan lolos satu satunya adalah ke daerah utara NKRI yaitu Sangihe atau Talaud. "Mengantisipasi akan hal ini kita perlu melakukan, pengawasan optimal pintu masuk pelabuhan baik yang resmi maupun yang tidak resmi, pengawasan perahu motor baik datang maupun pergi dan berbendera asing maupun tidak dari perbatasan Filipina ke teritorial NKRI wilayah Resort Talaud, polisi sektor perbatasan dimintakan untuk melakukan pengawasan extra. 

Babinkamtibmas dipacu berdayakan informasi masyarakat dan berikan pemahaman kaitan program mengantisipasi radikalisasi  yang berafiliasi dengan ISIS. Mengantisipasi 96 warga Indonesia yang diduga telah mengikuti pelatihan teroris dan sudah bergabung dgn ISIS, membangun komunikasi dengan TNI dan bertukar informasi, mewaspadai nelayan perbatasan yang masih ada hubungan emosional dengan teman- teman bahkan warga di Daerah Mindanao, memberikan pemahaman pada Toga, Tokmas dan Todat serta masyarakat itu sendiri, termasuk meminta masyarakat segera melaporkan segala kemungkinan dan kecurigaan serta informasi yg ditemukan di wilayah atau lapangan terkait adanya pergerakan teroris/ISIS," jelas Sarempaa.(debe)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment