Berita Terbaru

Friday, May 5, 2017

Pembangunan Sulut terhalang material Pasir
by fadjrin haryanto - 0

Material pasir saat ini sangat sulit di dapat.(foto:ist)


BITUNG,SMCOM—Para pengusaha mulai dari kontraktor, Pengembang Perumahan sampai dengan kalangan pengusaha jalan tol mulai kesulitan mencari material pasir di kota Bitung akibat kebijakan dari pemkot Bitung hanya memberikan ijin galian C di salah satu kelurahan saja yaitu Apela, padahal kebutuhan pasir di kota Bitung saja mencapai 255 – 300 kubik per harinya. “Kami sangat berharap pemerintah boleh melihat kesulitan dalam membangun, karena material pasir saat ini sangat sulit di dapat,” ungkap salah satu kontraktor Hengky Tumangkeng kepada wartawan.

Sementara itu hal yang sama dikeluhkan oleh salah satu pengembang perumahan kota Bitung Water Graha Danowudu Lia Kristanto yang mengaku saat ini pembangunan perumahan yang ditanganinya sedikit terbengkalai hanya karena kurangnya material pasir. “Kami minta pemerintah boleh meninjau kembali Rencana Tata Ruang Wilayah kota Bitung karena dalam RTRW tersebut dikatakan kalau yang hanya bisa dijadikan lokasi galian C adalah kelurahan Apela sementara lahan hanyalah kecil,” jelasnya. Diapun menuding jika Walikota Bitung dan Wakil Walikota Bitung harusnya tanggap dengan persoalan ini. “Jika mungkin silahkan keluarkan peraturan walikota dan sepertinya RTRW teresebut bisa di perbaharui jika tidak ini akan menghambat pembangunan terlebih pelaksanaan jalan tol,” ungkapnya.

Lain hanya dengan yang juga berteriak dengan persoalan ini. “Memang pasir saat ini sudah sulit di dapat meski mahal,” ungkapnya seraya mengeluhkan kalau pihaknya terus berusaha mencari pasokan agar perumahan yang sudah di pesan orang bisa terpenuhi. “Untuk itu kami minta pemkot dan dewan dapat memikirkan hal ini,” jelasnya. Ketua Komisi C Pemkot Bitung, Boy Gumolung saat dikonfirmasi mengatakan jika hal ini dimungkinkan asalkan pihak eksekutif datang bicara dengan pihaknya di dewan. “Tentunya kami membutuhkan kajian dari eksekutif agar kami bisa mengetahui apa yang harus disiapkan dan sebaiknya pihak pemkot dapat berbicara langsung dengan komisi C,” ungkap Gumolung.

Ketua Dekot Bitung Laurensius Supit saat dikonfirmasi menjelaskan jika memang hal ini sudah sangat urgen sehingga pihaknya akan berkonsultasi dengan pihak Kementerian. “Tentunya untuk merubah RTRW kami harus berkonsultasi dengan kementerian dan ini sudah sangat urgent sehingga harus dilakukan jika tidak maka pembangunan di kota Bitung akan terbengkalai,” jelasnya. Diapun bermohon sabar kapada para pengusaha. “Jika memang RTRW ini bisa diperbaharui maka tentunya kami akan segera merubahnya agar pembangunan di Bitung dan Sulut bisa berjalan dengan baik,” katanya.(edp)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment