Berita Terbaru

Monday, May 29, 2017

Balita Paslaten derita sakit Hydrocephalus
by fadjrin haryanto - 0

Miris, tidak terdaftar di Jamkesda dan JKN-KIS


KONDISI Juliandro Manarisip yang menderita penyakit hydrocephalus.(foto: ist) 


Juliandro Manarisip, terbaring lemah karena divonis menderita penyakit Hydrocephalus. Anak berumur 1 tahun 8 bulan asal Desa Paslaten Satu, Kecamatan Tatapan ini mengalami pembesaran kepala sejak masih berusia 1 bulan.

HYDROCEPHALUS adalah akumulasi abnormal cairan cerebrospinal di dalam otak. Cairan ini sering meningkatkan tekanan sehingga dapat memeras dan merusak otak. Pada normalnya, cairan otak itu diserap dengan seimbang. Jadi, begitu sarapannya terganggu akibat suatu proses seperti penumpukan cairan otak, maka terjadilah hydrocephalus.

Ibu Juliandro, Rina Manarisip mengungkapkan sejak dilahirkan anaknya sudah kelihatan tidak normal. Itu terlihat dari tempurung kepala di bagian belakang yang lembek. "Disaat masih umur 1 bulan, ada cairan bening yang keluar dari telinga kiri dan kanan. Saat itu kami belum mengetahui penyakit apa yang diderita Juliandro, lantaran pembesaran belum tampak," ujar Rina kepada wartawan.

Dia menuturkan, saat berumur 2 bulan, kondisi anaknya semakin tidak baik dan akhirnya harus bawah ke Rumah Sakit Umum Kolooran Amurang untuk menjalani pemeriksaan. Hasil pemeriksaan menyatakan jika Juliandro divonis terkena penyakit hydrocephalus. Untuk penanganan lebih lanjut, akhirnya Juliandro dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat Prof Kandou Manado dan dirawat selama dua minggu. Namun karena keterbatasan biaya bocah ini akhirnya harus pulang dan dirawat sendiri oleh ibunya. "Karena masalah biaya, sejak September tahun lalu (2016), Juliandro tidak dirawat secara medis. Beberapa bulan ini kita lakukan pengobatan alternatif," kata Rina.

Ketidakmampuan memberi perawatan ke dokter juga tidak lepas dari BPJS yang sudah terhenti sejak September 2016 karena tidak ada lagi uang untuk membayar iuran yang merupakan kewajiban setiap bulan.  Disisi lain keluarga ini juga tidak terdaftar dalam dalam Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) maupun Jaminan Kesehatan Nasional/Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Sebagai orang tua, dia mengaku tidak tega melihat penyakit yang diderita anaknya dan ingin buah hatinya dirawat lagi di rumah sakit. Namun sang suami yang seharusnya memberikan semangat, malah pergi meninggalkan keluarga. "Saya ingin anak saya bisa sembuh dan mendapatkan perawatan medis. Tapi mau bagaimana lagi, ongkos untuk mengantar ke rumah sakit saja tidak ada apalagi mau dirawat dalam waktu yang lama. Jadi mau tidak mau perawatan di rumah saja," ujarnya.(try-31)

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment