Berita Terbaru

Thursday, March 23, 2017

Lippo Plaza Manado ingkar janji, Kaiwatu pun banjir
by donwu - 0

SKH Swara Kita Manado edisi Kamis 23 Maret 2017.
MANADO, SMCOM—Mediasi antara warga Kampung Kaiwatu dengan pengembang Lippo Plaza sempat memberikan harapan manis terkait ancaman banjir di Kampung yang terletak Kelurahan Kairagi Dua, Kecamatan Mapanget tersebut.

Dalam mediasi yang dihadiri Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemkot Manado yang saat itu masih dijabat Joshua Pangkerego, berhasil tercipta kesepahaman bahwa pihak Lippo Plaza akan bertanggung jawab apabila terjadi banjir di Kampung Kaiwatu yang merupakan imbas dari air buangan dari salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Provinsi Sulut itu.

Namun, janji tersebut seakan hanyut terbawa banjir besar yang baru pertama kali terjadi Senin (20/3/2017) awal pekan, 11 rumah yang dihuni 30 kepala keluarga tenggelam terdampak naiknya air hingga setinggi leher orang dewasa.

Banjir yang melanda Kaiwatu saat hujan Senin 20 Maret 2017 awal pekan.

Seorang warga yang terdampak banjir, Charles Polohindang mengaku kecewa dengan sikap pihak Lippo Plaza. “Kami sebenarnya tidak setuju dengan pembangunan Lippo Plaza, karena pembuangan air mengarah ke wilayah kami, tapi pada saat ini pengembang berjanji akan membenahi drainase jika terjadi banjir, maka kami menyetujui. Apalagi saat itu hadir Pak Pangkerego mewakili Pemkot Manado,” kata Charles, Rabu (22/3/2017) kemarin.

Mewakili warga Kampung Kaiwatu, Charles meminta kebijaksaan dari pihak Lippo Plaza untuk dapat membenahi drainase agar ke depan tidak lagi terjadi banjir. “Kami hanya meminta hak kami sebagai warga karena kami lebih dulu berdomisili di sini. Selebihnya kami tidak berbuat apa apa,” ujar Charles sambil menitikkan air mata.

Yulce Sandil warga lainnya menambahkan, memang Kampung Kaiwatu sudah menjadi langganan banjir, tapi tak separah yang terjadi Senin 20 Maret 2017. “Banjir kali ini luar biasa, air naik dengan cepat. Akibatnya, barang barang tidak sempat diselamatkan,” ujar Yulce sambil tertunduk lesu.

Untuk itu, Yulce berharap Pemkot Manado dapat datang untuk melihat kondisi yang terjadi. “Hingga saat ini hanya ada bantuan nasi campur dari BNPB, yang lain tidak ada. Tapi, selebihnya kami hanya mengharapkan agar pemerintah kota dapat membantu meminimalisir banjir yang terjadi,” katanya.

Yulce menambahkan, aspirasi pembenahan drainase sudah beberapa kali disampaikan dalam Musrenbang Kelurahan Kairagi Dua, tetapi hingga saat in belum ada realisasi. “Kalau masukkan dalam Musrenbang sudah puluhan kali disuarakan,” bebernya.

Lurah Kairagi Dua Melky Jocom saat dikonfirmasi mengaku akan segera mengambil tindakan serius. “Ini memang parah saat saya terjun melihat lokasi. Dan ini (banjir, red) akan berlanjut terus apabila tidak dibenahi,” kata Melky.

Selain itu, kata Jocom, pihaknya juga akan melobi Lippo Plaza untuk dapat membantu pembenahan. “Memang saat pembangunan Lippo Plaza, saya belum menjabat Lurah di sini. Tapi nanti saya akan mencoba untuk memfasilitasinya,” ujar Jocom.(har)



« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment