Berita Terbaru

Saturday, February 25, 2017

Kuda Boy Lova milik Walikota GSVL jadi yang terdepan
by donwu - 0

WALIKOTA GS Vicky Lumentut menyerahkan hadiah kepada joki penunggang kuda Boy Lova miliknya yang tergabung dalam HRD Stable Manado, dalam kejuaraan akhir pekan lalu di gelanggang Godbless Paniki.(foto: ist)
MANADO, SMCOM–Setelah kirang lebih 15 tahun vakum, lomba pacuan kuda di Manado kembali menggeliat. Salah satu olahraga kegemaran masyarakat Manado ini kembali dihidupkan Pemprov Sulut dan Pemkot Manado. Dimana Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wagub Drs Steven Kandouw (OD-SK) bersama Walikota DR GS Vicky Lumentut (GSVL) dan Wawali Mor Dominus Bastiaan SE STh berhasil menjawab kerinduan para penggemar kuda pacu di Bumi Nyiur Melambai ini.

Dan, ajang olahraga berkuda di Manado dengan menggandeng Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) Sulut kembali digelar Jumat-Sabtu (24-25/2/2017), setelah sukses hajatan serupa pada akhir Desember 2016. Lomba yang memperebutkan Piala Gubernur Sulut dan Piala Walikota Manado ini berlangsung meriah di arena Pacuan Kuda Godbless Paniki, Kecamatan Mapanget, apalagi dikuti stable-stable yang memiliki nama besar di daerah ini.

Menariknya, pada Race ke-7 Kelas Remaja 1400 meter memperebutkan Piala Kapolda Sulut Irjen Pol Drs Bambang Waskito, Jumat (25/2/2017) sore, kuda Boy Lova milik Walikota GSVL berhasil meraih jawara atau terdepan dari lima peserta lainnya. GSVL pun tak menduga kuda Boy Lova yang tergabung dalam HRD Stable Manado menjadi kampiun di race bergengsi tersebut. "Saya tak menduga kuda ini bisa menjadi jawara,” ujar GSVL dengan gembira.

Sementara itu dari 11 Race yang dipertandingkan selama dua hari itu, joki-joki Minahasa sukses menguasai 7 kelas. Disusul Minut menang di 4 kelas dan Bitung sukses tampil juara di 3 kelas. Sedangkan joki-joki Manado, Gorontalo, Sitaro dan Solo Jawa Tengah masing-masing hanya juara di 2 kelas.

Terkait lomba ini, dirinya berharap, kedepan iven-iven kejuaraan berkuda dapat dilaksanakan di Manado tidak hanya tingkat nasional namun sampai ke tingkat internasonal. Menurutnya, salah satu tujuan dibangunnya arena pacuan kuda di lokasi yang dikenal masyarakat dengan 'blue carpet' itu, untuk menarik minat wisatawan datang ke Manado.

Karena, kehadiran arena pacuan kuda yang kabarnya bertaraf internasional tersebut, menjadi salah satu obyek wisata di Manado. "Kedatangan wisatawan yang sangat banyak di Manado yang mendorong kami membangun arena pacuan kuda ini. Terima kasih kepada para pecinta olahraga berkuda di Manado dan Sulut secara umum, juga yang datang dari luar Sulut," tandas Walikota GSVL yang saat itu turut didampingi Ketua PORDASI DKI Jakarta Alex Asmasoebrata.

Selain pacuan kuda, kegiatan yang didukung penuh Pemkot Manado dan Pemprov Sulut itu, juga melaksanakan lomba pacuan roda sapi dan bendi.(dsw/skh-swarakita)




« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment