Berita Terbaru

Friday, February 3, 2017

GSVL-Mor bertekad lestarikan Tulude di Manado
by donwu - 0

PROSESI adat Tulude yang digelar warga Nusa Utara di Manado, Jumat (3/2/2017) malam, dihadiri Walikota GS Vicky Lumentut dan isteri, Wakil Walikota Mor Bastiaan dan isteri, serta pejabat dan warga Manado.(foto: ist)
MANADO, SMCOM—Upacara adat Tulude masyarakat Manado asal Nusa Utara sukses dilaksanakan di kawasan Tugu Lilin, Kelurahan Wenang Utara, Kecamatan Wenang, Jumat (3/2/2017) malam. Pesta adat Tulude ini merupakan salah satu agenda pariwisata Manado dalam iven Pesona Manado 2017 yang di-launchng Kementerian Pariwisata di Jakarta 21 November 2016 lalu.

Meski diguyur hujan, namun tidak mengurangi antusias masyarakat asal Nusa Utara untuk mengikuti prosesi ritual adat Tulude. Diawali dengan upacara penyambutan penyematan topi adat poporong dan selendang. Dengan mengenakan pakaian adat Nusa Utara berwarna kuning, Walikota Manado DR GS Vicky Lumentut (GSVL) dan isteri Prof DR Julyeta PA Lumentut-Runtuwene MS DEA bersama Wakil Walikota Mor Dominus Bastiaan SE dan isteri Imelda Bastiaan-Markus memasuki lokasi Tulude.

Puncak upacara Tulude ditandai dengan pemotongan kue Tamo yang merupakan simbol persatuan dan kebersamaan masyarakat Nusa Utara. "Kue Tamo bermakna persatuan dan kebersamaan bagi masyarakat Nusa Utara. Disamping itu, dalam pemotongan kue Tamo yang terpenting ucapan-ucapan yang berisi doa-doa," jelas Ketua Ikatan Kekeluargaan Indonesia Sangihe Sitaro dan Talaud (IKISST) Sulut Drs Agus Tahendung.

Sementara itu, Walikota GSVL mengajak masyarakat Manado asal Nusa Utara untuk bersyukur memasuki tahun baru melalui pesta adat Tulude. "Mudah-mudahan memasuki tahun baru ini, kita bisa meninggalkan yang jelek-jelek di tahun lalu dan semua yang baik-baik bisa kita lakukan di tahun 2017 ini," ujarnya.

Lanjut dikatakan, dirinya bersama Wawali Mor telah bertekad untuk melestarikan seni dan budaya di Manado. Apalagi, Tulude telah ikut memperkaya budaya di Manado. "Mari kita jaga budaya kita, karena saya dan Pak Mor telah menyatakan tekad untuk melestarikan budaya yang banyak di Manado, termasuk budaya dari Nusa Utara yang telah ikut memperkaya budaya Manado," kata Walikota GSVL.

Terkait kalender pariwisata pesta adat Tulude, Walikota menyerahkan kepada IKISST untuk menentukan tanggal yang tepat untuk ditetapkan sebagai iven pariwisata tahunan Manado. "Kalau tanggal 3 Februari ini bisa kita sepakati untuk menjadikannya sebagai tanggal pelaksanaan Tulude di Manado. Tetapi saya serahkan kepada IKISST untuk mendiskusikannya, apakah ada tanggal yang lain," ujar Walikota GSVL.

Upacara pesta adat Tulude yang dilaksanakan di Tugu Lilin, menurut Walikota GSVL, memiliki makna yang besar. Karena, lilin melambangkan pengorbanan. "Lilin ini melambangkan pengorbanan, dia rela hancur untuk menerangi sekeliling. Ini filosofi bagi kita semua. Mari kita jaga dan pelihara untuk kebersamaan kita di Manado," ungkap Walikota GSVL.

Acara yang dihadiri ribuan masyarakat dan tokoh adat Nusa Utara itu dihadiri Ketua Dekot Manado Nortje Van Bone, Plt Sekkot Manado Drs Rum Dj Usulu, Badan Kerjasama Antar Umat Beragama (BKSAUA), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Manado, serta para pejabat Pemkot Manado.(dsw)


« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment