Berita Terbaru

Thursday, February 23, 2017

Dishub Manado rapat lalulintas angkutan umum bahas Gojek-Gocar
by donwu - 0

KADISHUB Manado M Sofyan memimpin rapat lalulintas angkutan umum membahas persoalan Gojek dan Gocar, Kamis (23/2/2017).(foto: ist)
MANADO, SMCOM—Keberadaan moda transportasi seperi Gojek dan Gocar di Manado nampaknya mulai mendapat penolakan dari pengusana angkutan kota (angkot) jenis mikrolet dan para tukang ojek tradisional. Kehadiran Gojek dan Gocar dianggap menjadi ancaman besar bagi penghasilan pengusaha mikrolet dan tukang ojek tradisional tersebut. Pasalnya beroperasinya sekitar 1600 Gojek dan 200an Gocar, telah secara nyata telah mengurangi pendapatan mereka.

Hal itu terungkap saat Dinas Perhubungan (Dishub) Manado mengadakan rapat lalulintas angkutan umum membahas persoalan Gojek dan Gocar, di ruang rapat Kantor Dishub Manado, Kelurahan Wawonasa Kecamatan Singkil, Kamis (23/2/2017). “Kami di sini hadir untuk menuntut agar Gojek dan Gocar tidak diizinkan beroperasi di Manado. Sebab sangat mengganggu para pengusaha, sopir dan ojek tradisional,” ungkap Budi, salah satu pengusaha mikrolet.

Budi menjelaskan, sejak transportasi umum berbasis aplikasi online beroperasi, penghasilan mereka menurun drastis. Biasanya sehari bisa dapat Rp150 ribu, tapi dengan adanya angkutan beraplikasi online ini membuat pendapatan jadi menurun. Senada dikatakan Gaji Wenlau, salah satu tukang ojek tradisional, yang memgaku penumpang langganan mereka telah beralih ke Gojek. “Mereka telah merebut langganan kami, otomatis biasanya dapat 100ribu per hari, sekarang hanya setengahnya,” ujarnya dengan nada kesal. Untuk itu, mereka menuntut agar transportasi yang menggunakan aplikasi dihentikan beroperasi di Manado.

Kadishub Manado M Sofyan yang memandu jalannya diskusi tersebut mengatakan bahwa persoalan ini akan diurai dulu akar persoalan sehingga pihaknya dalam mengambil tindakan akan sesuai dengan aturan yang berlaku. Bahkan Sofyan mengakui hingga saat ini dirinya belum bertemu dengan penelola Gojek dan Gocar. “Namun, begitu ini juga menjadi persoalan Dishub, karena menyangkut teknisnya,” terang Sofyan.

Sementara itu, terkait izin usaha Gojek dan Gocar, menurut Kepala Bidang Perizinan Pembangunan dan Lingkungan Naomi Tutu, izin usaha itu merupakan wewenang dari dinas mereka. Namun soal izin usaha dari perusahaan angkutan Gojek dan Gocar, hingga saat ini belum diketahui apakah telah memiliki izin atau belum. “Perusahaan itu resmi apabila telah terdaftar dan memiliki izin lengkap. Jika tidak, maka itu ilegal. Terkait dengan izin perusahan angkutan online akan kami cek lagi, apakah telah memiliki izin atau belum,” katanya.

Sementara itu, Kadis Perhubungan Sulut Joy Oroh menegaskan, untuk Gocar masuk kategori angkutan tidak dalam trayek seperti taxi dan bus pariwisata. Tapi Gojek atau ojek tidak terdaftar sebagai angkutan umum. “Roda dua kan tidak diatur dalam perundang-undangan LLAJ. Sebaliknya Gocar diatur dalam perundang-undangan LLAJ,” jelas Oroh.

Adapun Kasat Lantas Poresta Manado Kompol Roy Tambayong meminta agar pertemuan berikut dihadirkan pengusaha angkutan online sehingga bisa dibahas bersama dan dicarikan solusi. Ia juga tidak serta merta akan menindaki Gojek dan Gokar tanpa ada putusan yang jelas baik dari segi hukum maupun aturan yang berlaku. “Saya intinya hanya akan menjalankan tugas apabila semua sesuai dengan ketentuan. Jika harus dihentikan maka kami siap mengamankan, pun sebaliknya,” kata dia.

Dari hasil pertemuan tersebut telah bersepakat akan melaksanakan rapat lanjutan setelah mereka telah menerima informasi dari perizinan. Dan akan dihadirkan pengusaha angkutan online.(dsw)


« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment