Berita Terbaru

Monday, December 5, 2016

Walikota Manado disandera teroris, minta tebusan 15 milyar
by donwu - 0

Walikota Manado GS Vicky Lumentut berhasil diselamatkan dan dievakuasi Tim Rider 712.
MANADO, SMCOM—Senin (5/12/2016) siang tadi sekitar pukul 14.30 Wita, suasana kantor Walikota di Jl Balaikota Tikala, yang tenang berubah mencekam manakala sekelompok orang tak dikenal menerobos masuk, dan langsung menodongkan senjata kepada Walikota Manado DR GS Vicky Lumentut (GSVL) yang baru tiba di kantor usai menghadiri Safari Natal Pemkot Manado di Kepulauan Bunaken.

Turun dari mobil pelat merah DB 1 A, Walikota GSVL langsung dicegat oleh sekelompok orang tak dikenal, menodongkan senjata, dan menggiringnya ke ruang kerja di Lt.II kantor Walikota. Gerombolan orang tersebut kemungkinan teroris. Kaget dan bingung, orang nomor satu di Ibukota Sulut ini pun tak banyak bicara. “Ada apa ini?,” tanya Walikota. “Diam. Ikut saja!,” gertak pria berbadan besar.

Tak hanya Walikota yang disandera, para lelaki yang bersenjata api itu juga menyandera sejumlah pegawai yang berada di lingkungan Pemkot Manado. Dentuman senjata api itu bikin ketakutan para PNS yang ada. Kepala Dinas Kesehatan dr Robby Mottoh yang akan bertamu ke Walikota ikut disandera. Pun demikian Aspri Wakil Walikota Mor Dominus Bastiaan SE juga disandera.

Walikota GS Vicky Lumentut saat disandera di ruang kerjanya.
Di ruang kerja Walikota, para lelaki yang tidak diketahui identitas ini menodongkan senjata kepada GSVL, dan meminta uang tebusan sebesar Rp15 milyar. Para ajudan dan pengawal pribadi (Walpri) Walikota pun tak bisa berbuat banyak, karena ikut ditodong. “Kami minta saat ini juga siapkan uang tebusan 15 milyar, kalau tidak Walikota kami bawa,” teriak seorang pria lainnya yang diduga pimpinan teroris.

Untunglah, tak lama kemudian datanglah Tim Raider Batalyon 712/Wiratama dengan senjata lengkap menyelamatkan Walikota Manado dua periode itu. Sebagian turun dari helikopter di lapangan Sparta Tikala, sebagian lainnya menggunakan mobil dan motor. Baku tembak pun terjadi di halaman parkir sampai di dalam gedung kantor Walikota. Para teroris pun dilumpuhkan, dan Walikota GSVL berhasil diselamatkan. Walikota kemudian diamankan di mobil Tim Raider dan dievakuasi.

Sejumlah PNS juga ikut disandera.
Kegiatan ini sempat membuat PNS ketakutan karena bunyi desingan peluru. Namun menjadi tontonan menarik saat mengetahui kalau itu hanyalah simulasi yang digelar Korem 131/Santiago. Kejadian yang juga mengundang perhatian sejumlha legislator Manado dan warga yang melintas ini adalah simulasi penanganan terorisme dan gangguan keamanan yang dilakukan Tim Raider Batalyon 712/Wiratama yang dipimpin Danyonif 712 Letkol Inf Elvino Yudha Kurniawan, dan turut dikawal langsung Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Sulaiman Agusto.

Tim Rider 712 menggunakan helikopter untuk menyelamatkan Walikota Manado.
Usai simulasi, Walikota GSVL yang dimintai keterangannya mengaku awalnya kaget, namun ketika diketahui ini hanyalah simulasi maka dia pun langsung mengikuti alur ceritanya. “Ya, awalnya saya kaget. Ada apa ini. Tapi setelah diberitahu kalau ini hanyalah simulasi penanganan gangguan keamanan, maka saya jadi ikut dalam cerita ini,” ucapnya.

Lebih jauh dijelaskannya, bahwa dirinya mengaku memberikan apresiasi kepada TNI yang menggelar simulasi karena ini merupakan suatu kegiatan untuk mengantisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, apalagi Manado yang semakin hari semakin berkembang. “Harus diakui kalau Manado semakin berkembang, sehingga berbagai gangguan keamanan pun pasti mengikutinya. Kita tahu, semakin kota kita berkembang dan maju pasti ada yang tidak suka. Jadi simulasi ini sudah tepat, dan kami mendukungnya,” kata GSVL.

Selain itu di tahun 2017 nanti Manado akan menggelar berbagai iven pariwisata, sehingga pastinya akan begitu banyak wisatawan asing yang datang sehingga dibutuhkan rasa aman dan nyaman. “Kita targetkan tahun depan satu juta turis masuk Manado. Jadi kewaspadaan ini perlu dilakukan sedini mungkin, agar turis nantinya merasa aman dan nyaman datang ke Manado,” tandas Walikota GSVL.

Di tempat yang sama, Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Sulaiman Agusto  menjelaskan bahwa simulasi ini sengaja dilakukan di Pemkot Manado, tanpa memberitahukan terlebih dahulu. Namun beberapa pihak terkait sudah diberitahukan. Dikatakannya, latihan setiap tahun digelar oleh Kesatuan Raider, dan tahun 2016 ini dipusatkan di Manado dengan tujuan untuk meningkatkan profesional Raider.(dsw/eska)


« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment