Berita Terbaru

Thursday, December 1, 2016

Besok, 14 pejabat Manado ikut assessment susulan
by donwu - 0

Plt Kepala BKD Manado, Hans Tinangon, saat diwawancara terkait assessment, Kamis (1/12/2016) sore.
MANADO, SMCOM—Beberapa hari lalu, Pemkot Manado sudah menggelar assessment kepada 40 pejabat yang nantinya akan duduk di job eselon II atau pada Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP). Rupanya masih ada 14 pejabat lainnya yang akan ikut assessment susulan, yang rencananya digelar Jumat (2/11) besok sampai Sabtu (3/11) lusa, di Ruang Assessment Center Kantor Regional XI BKN Manado, Kelurahan Paniki Kecamatan Mapanget.

Assessment adalah suatu proses untuk mengetahui kemampuan seseorang, terhadap suatu kompetensi, berdasarkan bukti-bukti. Kata assessment, belakangan ini sudah semakin banyak dipergunakan. Pada dasarnya, assessment itu adalah suatu proses penulusuran bukti. “14 pejabat ini mereka yang saat ini duduk di job eselon III, seperti Kabag, Kabid, dan Camat. Mereka ini akan di-assessment untuk job eselon II,” ujar Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Manado, Drs Hans Tinangon MSi, menjawab Swara Kita Group, di kantor Walikota Jl Balaikota, Tikala, Kamis (1/12/2016) sore.

Alasan digelar susulan, karena 14 pejabat ini saat assessment tahap pertama waktu lalu, tidak hadir karena sedang tugas luar. “Mereka ini yang harusnya ikut sama-sama di tahap pertama, tapi karena tugas, makanya nanti digelar besok,” ungkap Tinangon. Dengan demikian, total pejabat yang ikut assessment Pemkot Manado menjadi 62 orang.

Yang pertama ada 48 orang, ditambah 14 orang yang susulan. Jadi totalnya 62 orang. Itu berarti, Walikota dan Wakil Walikota lebih banyak pilihan. Apalagi Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) baru hanya 35 SKPD. Tinangon menambahkan, assessment atau uji kompetensi ini terdiri atas psychotest, kompetensi dasar dan pesonality, mengukur kemampuan yang sudah ada pada pejabat masing-masing, pemetaan dan wawancara.

Sebelumnya, Walikota DR GS Vicky Lumentut (GSVL) menjelaskan, pelaksanaan uji kompetensi JPTP ini menggunakan metode assessment center, yang bertujuan untuk menjamin obyektivitas, kualitas dan transparansi dalam pengangkatan jabatan sesuai dengan kompetensi masing-masing aparatur.

Melalui pelaksanaan uji kompetensi ini, Walikota GSVL yakin Pemkot Manado dapat meminimalisir terjadinya penempatan-penempatan pejabat yang tidak tepat dan tidak berkompeten, yang akhirnya akan membuat aktivitas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat menjadi tidak maksimal.(dsw)



« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment