Berita Terbaru

Monday, October 17, 2016

Rabu besok, Jokowi “injak” Pulau Miangas
by ronald rompas - 0

GUBERNUR Sulut Olly Dondokambey bersama Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Agus Surya Bakti saat mendarat di Bandara Miangas, Senin (17/10) kemarin.
Manado—Presiden RI Joko Widodo, untuk pertama kalinya akan mengijakkan kaki di Pulau Miangas yang merupakan salah satu pulau terluar yang ada di wilayah perbatasan Indonesia-Filipina, tepatnya di Kabupaten Talaud Provinsi Sulut, Rabu (19/10) besok. Rencananya, pada kunjungan Presiden Jokowi ini, akan meresmikan badar Udara Perintis Miangas yang telah mulai dibangun sejak Tahun 2012 lalu. 
Informasi yang diperoleh dari pihak Pemprov Sulut, Presiden Jokowi didampingi oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama rombongan akan tiba di Manado pada Selasa (18/10) hari ini sekitar pukul 14.00 wita, dengan menggunakan pesawat khusus kepresidenen. Presiden setibanya di Manado akan segera menuju Kantor Bupati Minahasa Utara (Minut) untuk menghadiri kegiatan penyerahan Serifikat Prona kepada masyarakat Sulut, bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Ferry Mursyidan Baldan. Kemudian bertolak menuju Hotel Sintesa Peninsula Manado untuk beristirahat.
Besok, Rabu (19/10), Presiden Jokowi akan bertolak ke Pulau Mingas Kabupaten Talaud dengan menggunakan Pesawat Wings jenis ATR72-600, untuk meresmikan Badar Udara Perintis di pulau tersebut. 
Gubernur Sulut, Olly Dondokambey SE, Senin (17/10) kemarin sore telah bertolak ke Pulau Miangas bersama Forkompimda Sulut. Keberangkatan Gubernur ke pulau terluar di bagian paling Utara Indonesia tersebut, untuk survey dan meninjau serta persiapan kedatangan Presiden Jokowi di sana.
"Sore ini saya akan ke lokasi untuk mengecek langsung persiapan serta kondisi lapangan yang ada di bandara Miangas yang bakal diresmikan oleh pak Presiden Jokowi," kata Dondokambey, kemarin siang kepada wartawan.
Bandara Miangas ini mulai dibangun tahun 2012 setelah dilakukan pembebasan tanah oleh Pemerintah Kabupaten Talaud dan Pemerintah Provinsi Sulut. Pembangunan bandara itu rampung pada pertengahan tahun 2016 ini. Total investasi untuk pembangunan Bandara Miangas  adalah sebesar Rp 275 miliar, dengan menggunakan sistem pendanaan multi years.
Dengan perincian, pada tahun 2012 dana investasi reguler  Rp 5 miliar dan dana APBNP Rp 15 miliar. Pada tahun 2013 dana reguler Rp 90 miliar, tahun 2014 dana reguler Rp 50 miliar, tahun 2015 dana reguler Rp 55 miliar dan tahun 2016 melalui APBNP dianggarkan sebesar Rp 60 miliar.
Bandara ini merupakan bandara domestik yang penggunaannya sebagai bandara pengumpan. Bandara Miangas merupakan bandara baru dengan pembangunan sisi darat dan udara. Dari sisi darat, bandara ini mempunyai gedung terminal seluas 356 m2. Sedangkan untuk sisi udara, bandara mempunyai landasan pacu (Runway) sepanjang  1.400 m x 30 m, taxiway sepanjang  100 m x 18 m dan tempat parkir pesawat (appron) seluas  130 m x 65 m.
Tingkat kekerasan Pavement Classification Number (PCN) runway, taxiway dan appron mencapai angka 21. Dengan demikian bandara ini mampu melayani operasional pesawat turboprop (berbaling-baling) sekelas ATR 42 dan ATR 72.
Bandara Miangas dipersiapkan sebagai bandara yang mempunyai peran strategis sebagai salah satu bandara terluar Indonesia. Nilai manfaat bandara ini salah satunya adalah sebagai prasarana untuk operasi pertahanan dan keamanan.
Sebagai pulau terluar, Pulau Miangas rawan kriminalitas seperti misalnya penyelundupan. Keberadaan bandara akan membantu Pemerintah untuk melakukan pengawasan wilayah perbatasan dengan negara lain dan juga disiapkan sebagai pintu gerbang distribusi pangan dan barang lainnya. Terutama  pada saat cuaca perairan seputar pulau sedang dilanda angin kencang dan gelombang tinggi yang menyebabkan keselamatan pelayaran tidak terjamin.(oro)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment