Berita Terbaru

Tuesday, October 11, 2016

Kasasi ditolak MA, terpidana korupsi LM3 Kalvari Tonsaru dieksekusi Kejari Minahasa
by donwu - 0

MINAHASA, SMCOM—Praktik korupsi kian gencar dilakukan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa. Sederet kasus PUN berhasil diungkap Korps Adhyaksa besutan Saptana Setyabudi SH MH. Yang paling menonjol adalah proses hukum atas kasus korupsi dana operasional dan bantuan sosial di Lembaga Mandiri yang Mengakar di Masyarakat (LM3) Kalvari Tonsaru, Kecamatan Tondano Selatan, pada tahun 2008-2009 ternyata berhasil terungkap.

Persidangan yang dimulai sejak 2010 silam di Pengadilan Negeri (PN) Tondano ini berakhir Selasa (11/10/2016). Terdakwa yang selama ini menjalani tahanan bebas akhirnya diringkus Tim Eksekutor Kejari Minahasa dibantu aparat kepolisian setempat, di kediaman yang bertempat di Kelurahan Wawalintouan, Tondano.

Kajari Minahasa melalui Kasi Intelejen Ryan Untu menuturkan, penahanan tersebut dilakukan berdasarkan surat perintah Kajari Minahasa sesuai surat putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 1724 K/PID.SUS/2014 yang diterima pihaknya 5 Oktober 2016. "Setelah melakukan pengintaian beberapa hari, terpidana kami eksekusi di rumahnya Selasa malam dan langsung dibawa ke Rumah Tahanan Kelas II-B Papakelan Tondano untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," ujar Untu.

Diketahui oknum berinisial RRP yang berstatus terdakwa pada 2014 lalu sudah menerima vonis dari pihak Pengadilan Tinggi Manado, yaitu hukuman penjara selama 4 tahun dan denda. Atas hukuman tersebut terdakwa keberatan atas putusan tersebut, kemudian mengajukan kasasi ke MA, dan dari ajuan tersebut ternyata ditolak.

"Putusan penolakan kasasi dari MA sejak 12 Agustus 2015 lalu. Namun sesuai aturan, kami harus menunggu surat pemberitahuan dulu dari MA baru bisa melakukan penahanan. Dan pada tanggal 5 Oktober 2016 lalu, surat pemberitahuan diterima, dan pak Kajari langsung menerbitkan surat perintah penahanan. Barulah terpidana kami eksekusi," beber Untu.

RRP yang menjabat Sekretaris LM3 Kalvari Tonsaru pada 2008-2009 didakwa atas perbuatannya menyelewengkan dana bantuan operasional dan bantuan sosial yang dikucurkan Departemen Pertanian Dirjen Pengolahan dan Pemasaran hasil Pertanian. Dana tersebut disalurkan melalui program pemberdayaan dan pengembangan usaha agribisnis kepada LM3 Kalvari Tonsaru. Namun, terdakwa menyalahgunakan dana tersebut untuk memperkaya diri sendiri.

Bahkan dalam aksinya, terdakwa juga diketahui melakukan kejahatan administrasi yaitu memalsukan tanda tangan Ketua LM3 Kalvari Tonsaru yang kala itu dijabat Pdt Jerry Mangerokonda STh. Atas kasus ini diduga oknum melakukan tindak yang merugikan negara, bahkan total kerugian berkisar Rp136.200.000. Vonis hukuman terhadap terdakwa adalah 4 tahun penjara dan denda.(erbe)


« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment