Berita Terbaru

Tuesday, September 13, 2016

Tapal batas masih bermasalah, Bupati Minahasa: Mestinya Pemkot Tomohon sadar!
by Unknown - 0

Bupati Minahasa Jantje Sajow.
MINAHASA, SMCOM—Permasalahan tapal batas antara dua daerah yakni Kabupaten Minahasa dan Kota Tomohon masih belum terselesaikan. Pasalnya, berkas dari kedua telah dikirim ke Pemprov Sulut, namun karena tak ada titik terang, sehingga masalah ini bergulir di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Dengan catatan apapun keputusan Kemendagri yang nantinya diambil, kedua daerah ini menyetujui. Namun sebelum diputuskan Pemkot Tomohon telah mencabut berkas yang sudah ditanda tanganinya tersebut. Hal ini membuat Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow (JWS) berang, lantaran kesepakatannya telah dimentahkan Pemkot Tomohon. Kalau tidak sepakat keputusan Kemendagri, sejak awal pertahankan batas wilayah perbatasan yang bermasalah di Kasuang.

Perlu diketahui saat memasuki masa transisi pelantikan Bupati Minahasa 3 tahun lalu, saat itu juga Pemkot Tomohon menggunakan kesempatan tersebut dengan mengundang Asisten I Pemkab Minahasa pada waktu itu, untuk menandatangani kesepakatan tapal batas antara Minahasa dan Tomohon tanpa mengundang Lurah dan Camat. Dan sekarang permasalahan ini sudah ditangan Kemendagri, namun ketika akan ditandatangan oleh Mendagri terkait kedua pernyataan yang sudah ditandatanginya, saat itu juga mereka lakukan pencabutan berkas.

Dengan demikian apa yang sudah disepakati dan bakal diputuskan Kemendagri batal dilakukan, sebab dapat dilihat mana yang betul dan salah dalam masalah ini. "Saya meminta Pemkot Tomohon tahu diri, dan bisa memahaminy karena asalnya Tomohon sebelum pemekaran dari Minahasa induk yakni Minahasa. Artinya bisa dikata Minahasa sebagai orang tua sedangkan Kota Tomohon asalah anak, jadi Jangan hanya batas Daerah hingga berdampak pada hubungan baik antara anak dan orang tua rusak," tukas JWS.

Lanjut dikatakannya juga, ada beberapa daerah yang telah disetujui melalukan pemekaran pada waktu lalu, dan salah satunya Kota Tomohon selain Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) Minahasa Utara (Minut), Minahasa Selatan (Minsel). Tapi pengaturan batas-batas wilayah oleh Minahasa Induk tidak ada masalah, sementara Kota Tomohon sudah dimekarkan tapi ingin mengambil lebih apa yang sudah diberikan.


Padahal para pejabat di Tomohon berasal dari Minahasa seperti Walikota Jimmy Eman berasal dari Sonder, Sekda Arnold Poli dari Kawangkoan, dan Assisten I saat itu Wendy Karwur dari Tondano. Belum lagi pejabat di Tomohon masih banyak asalnya dari Minahasa, sehingga apa yang mereka harapkan dari tapal batas ini. "Tapal Batas yang ingin diambil Kota Tomohon, saya tidak persalahkan Pak Loing yang menjabat Assisten I pada waktu itu karena beliau hanya bawahan, namun kenapa tidak dilibatkan Lurah dan Camat yang ada saat itu. Masalah ini akan tidak ada titik terang jika mereka (Walikota, red) masih bertahan pada keputusannya yang sepihak itu," tandas JWS.(win/skh-swarakita)


« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment